Kabar Kaltim

Diduga Ada Pengurangan Bantuan, Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat Datangi  Kantor Bupati Kukar

Diduga ada pengurangan bantuan, Aliansi Masyarakat Kukar menggugat datangi  Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (14/8/2025).

Editor: Edi Nugroho
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
BEASISWA KUKAR IDAMAN - Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat mendatangi Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (14/8/2025) untuk menyampaikan keberatan atas dugaan pengurangan nominal bantuan pendidikan. Ia mendesak Pemkab Kukar menambah anggaran beasiswa jika memang ingin memperluas jumlah penerima.  Diduga Ada Pengurangan Bantuan, Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat Datangi  Kantor Bupati Kukar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TENGGARONG - Diduga ada pengurangan bantuan, Aliansi Masyarakat Kukar menggugat datangi  Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (14/8/2025).

Aksi ini sempat diwarnai ketegangan dengan petugas yang berjaga di lokasi.

Adu argumen bahkan dorong-dorongan terjadi saat massa aksi membakar ban.

Polemik terkait program Beasiswa Kukar Idaman memicu aksi protes puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kukar Menggugat.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Kontainer Timpa Siswa SDN 1 Landasan Ulin Banjarbaru, Begini Kondisi Sopir

Baca juga: Polres Balangan Kerahkan Bhabinkamtibmas Distribusi Beras ke Warga, Dukung Gerakan Pangan Murah

Mereka berunjuk rasa, mendatangi Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (14/8/2025) untuk menyampaikan keberatan atas dugaan pengurangan nominal bantuan pendidikan tersebut.

Koordinator Lapangan, Zulkarnain, mengatakan aksi ini dipicu oleh isu yang beredar di media sosial mengenai pemangkasan anggaran.

Isu yang beredar di media sosial bahwa terjadi pemangkasan anggaran, khususnya untuk Beasiswa Kukar Idaman.

"Yang sebelumnya Rp5 juta menjadi Rp1,6 juta,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini memupuskan harapan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Masyarakat diberi harapan untuk berkuliah, tetapi ketika mereka berkuliah, mereka tidak mendapatkan anggaran sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ia menilai nominal bantuan saat ini tidak masuk akal dan merugikan mahasiswa penerima.

Hari ini, tidak ada satu pun kampus yang SPP atau UKT-nya di bawah Rp2 juta sekian. Jadi UKT itu di atas Rp2 juta sekian.

"Saya rasa ini merupakan suatu penghinaan. Dampak dari kebijakan ini merugikan masyarakat yang sebelumnya berharap bisa kuliah dengan murni beasiswa dari pemerintah,” tegasnya.

Zulkarnain juga khawatir pemangkasan ini akan membuat mahasiswa penerima beasiswa terancam membatalkan kuliahnya.

Namun, dia menyebut, Wakil Bupati Kukar sempat memberikan klarifikasi bahwa tidak ada pemotongan anggaran, melainkan pembagian dana yang lebih luas karena penambahan kuota penerima.

“Hanya saja, karena ada penambahan kuota penerima, anggaran yang sebelumnya sudah tersedia jadi terbagi, sehingga nominal per orang berkurang,” ungkapnya.

Meski demikian, Zulkarnain menilai kebijakan tersebut tetap merugikan masyarakat.

“Sama halnya dengan belanja di warung dengan uang Rp100 ribu, lalu ingin membeli banyak barang. Kalau ingin banyak, otomatis uangnya juga harus banyak,” ujarnya.

Ia mendesak Pemkab Kukar menambah anggaran beasiswa jika memang ingin memperluas jumlah penerima.

Bahkan, ia mengancam akan kembali menggelar aksi jika tuntutan tidak dipenuhi sesuai kesepakatan.

“Kami akan kembali ke Pemkab, karena kebijakan ini lahir dari bawahannya Pemkab, yaitu Kabag Kesra,” pungkasnya. 

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Mahasiswa Kukar Demo Pemangkasan Beasiswa Kukar Idaman, Aksi Sempat Diwarnai Saling Dorong

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved