Berita Banjarbaru
Percepat Modifikasi Cuaca, BPBD: Kalsel Belajar dari Mitigasi Karhutla 2023 Yang Terlambat
Kalsel resmi menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) sejak tanggal 5 Agustus 2025
Penulis: Rizki Fadillah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) sejak tanggal 5 Agustus 2025.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya diarahkan Gubernur untuk selalu sigap dalam melakukan mitigasi bencana karhutla memasuki musim kemarau 2025.
“Alhamdulillah kita Kalimantan Selatan telah telah mendapatkan satu model penanganan karhutla yang boleh dibilang cukup efektif. Ini bercermin dari pengalaman kita di 2023,” ujarnya.
Humas Satgas Penanggulangan Siaga karhutla Provinsi Kalsel 2025 ini menyebut, pada tahun 2023, mitigasi karhutla di Kalsel cukup terlambat dilakukan. Yakni dalam hal pembasahan lahan di area bandara atau daerah-daerah ber-lahan gambut.
Baca juga: Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Tabalong, H Fani Pastikan Kesiapan Peralatan dan Personel
Selain itu, juga terlambat dalam mengusulkan helikopter water bombing dan helikopter patroli, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC).
Berbekal dari pengalaman tahun 2023, ungkap Bambang, BPBD Kalimantan Selatan dengan dokumen kebencanaan yang sangat cukup lengkap, maka di 2024 permasalahan-permasalahan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan itu dapat dikurangi.
“Dan di tahun 2025 ini, pembasahan lahan di lahan gambut area bandara dan sekitarnya kita percepat, usulan heli water bombing kita percepat, usulan OMC juga dipercepat dan OMC saat ini dibantu langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang kemarin datang ke Kalimantan Selatan,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, 4 buah helikopter didatangkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah didatangkan ke Kalsel disiagakan untuk melakukan pemadaman karhutla.
2 heli water bombing dan 2 heli patroli bertuliskan BNPB terpakir di Lapangan Udara Lanud Sjamsudin Noor, Kota Banjarbaru.
Satu heli warer bombing yang disiagakan dengan model MI-8T/RDPL-34194 dengan kecepakatan maksimum 100 knots, kemampuan terbang 4 jam, ketinggian maksimum 7.000 kaki, 5 kru dengan operator dari PT Gunung Selatan.
Baca juga: BMKG Sebut Hujan Buatan di Kalsel untuk Tekan Jumlah Angka Karhutla
Kemudian heli water bombing satunya model MI-17-1V/VN-8414 dengan kecepatan maksimal 100 knots, kemampuan terbang 4 jam, ketinggian 7.000 kaki, 7 kru dengan operator PT DJI.
Sedangkan dua heli patroli yang disiagakan masing-masing bermodel AS355-F1/PK-RTQ dan model BEL 505/PK-ELS. (Banjarmasinpost.co.id/rizki fadillah)
modifikasi cuaca
Kalimantan Selatan
BPBD Kalsel
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Berita Banjarmasinpost Hari Ini
| Usai Reshuffle Kabinet, Walhi Kalsel Desak Menteri LH Baru Benahi Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Banjir dan Karhutla Rentan Terjadi, Wanita Disabilitas di Banjarbaru Diberi Edukasi Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Pemko Banjarbaru Usulkan 246 Formasi CPNS Tahun Ini, PPPK Boleh Daftar Dengan Syarat Ini |
|
|---|
| Perkim Buka Peminatan Rusun Sewa Untuk ASN PPPK PJLP di Area Perkantoran Pemprov Kalsel |
|
|---|
| Kembangkan Geopark Meratus, Lahan Bekas Tambang Dimanfaatkan untuk Ekonomi Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Helikopter-water-bombing-bertuliskan-BNPB.jpg)