Saat Sedang Bersama Pacar, ABG Ini Dijemput Mucikari

Dari informasi pacar anaknya, ternyata mereka berpisah di perjalanan karena S dijemput teman wanita.

Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAMBI - DA ibunda S yang berada di Sumatera Utara mengaku shock mengetahui anaknya pergi. Ia mengaku sempat mencari-cari dan akhirnya diperoleh informasi bahwa anaknya telah berada di Jambi.

Kepada Tribun Jambi (Tribunnews.com Network) melalui saluran telepon ia mengatakan, kejadian ini berawal Minggu (26/4/2015) malam. Saat itu dia sedang mengikuti aktivitas arisan keluarga, sementara anaknya S pergi dengan pacarnya.

Dari informasi pacar anaknya, ternyata mereka berpisah di perjalanan karena S dijemput teman wanita. Mereka sempat bertengkar. S pun ikut bersama temannya sedangkan sang pacar pulang kemudian menceritakan kejadian yang mereka alami di perjalanan kepada keluarga S.

Dari penuturan sang ibu, anaknya dibujuk naik pesawat gratis hingga uang Rp 50 juta sehingga upaya sang pacar untuk membawa pulang pun gagal.

"Dibujuklah sama temannya itu kalau di sana enak, naik pesawat gratis," kata DA, Jumat (1/5/2015).

DA pun panik, berkali-kali ia menghubungi S namun tak ada jawaban baik melalui sambungan telepon hingga SMS. Hal ini semakin diperkuat dengan keterangan teman S yang tak jadi berangkat.

S yang hanya melanjutkan pendidikan hingga kelas 2 SMA ini pun tak ada kabarnya, sontak DA mengaku semakin shock memikirkan nasib putrinya selepas ayahnya meninggal setahun yang lalu.

"Saya bingung sampai nasi tidak bisa tertelan," ujar DA.

Beberapa hari kemudian, teman S justru pulang dijemput kakaknya yang merupakan anggota polisi. Rekan S itu dijemput di Bandung Jawa Barat. Hal ini tentu semakin membuat DA semakin tak karuan apalagi setelah tahu putrinya akan dijual di Malaysia.

"Memang kawan anak saya yang bawa anak saya ini, pernah ke rumah. Saya tengok pun, kawannya ini seperti pemain gitu lah," ungkap DA. Berselang, satu hari, Selasa malam, tak dinyana S menghubungi ibunya.

Kala itu, S mengaku tengah berada di Jambi, dan di sana mereka ditempatkan di sebuah rumah tak jauh dari loket keberangkatan bus.

"Anak saya ini menelepon, dia bilang kalau mau dipekerjakan sebagai pegawai restoran," ungkap DA.

Mendengar hal itu, DA sedikit lega. Apalagi kala itu S menyebut akan mendapat gaji Rp 50 juta.

"Enggak lama kami berbincang, anak saya ini tiba-tiba minta pulang. Katanya dia enggak kerasan di sana," ujar DA.

"Waktu saya tanya lagi, ternyata anak saya ini ngaku kalau dia mau dijual ke Malaysia. Di situ saya kaget. Terus anak saya bilang, enggak bisa lama-lama menelepon. Karena di rumah yang mereka tinggali itu dijaga ketat," ungkap DA.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved