Mengenal Pad Fingering
Marchine Pad, Instrumen Pad Fingering Lagu Banjar Ala Pandaz
Di Kota Banjarmasin tepatnya di Komplek Putra Gemilang Kelurahan Sungai Lulut, ada seorang musisi disjoki bernama panggung Pandaz
Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di Kota Banjarmasin tepatnya di Komplek Putra Gemilang, Blok F2, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur ada seorang musisi disjoki bernama panggung Pandaz.
Lelaki bernama asli Ridho Pangestu yang mengawali karir sebagai Disjoki (DJ) Pad menggunakan alat musik Pad Fengering.
Pandaz, musisi Banjar yang bertekad melestarikan lagu-lagu daerah khas Provinsi Kalimantan Selatan.
Pandaz tampil berbeda di industri musik Borneo, sebagai Produser, ia hadir dengan karakter khasnya sendiri yakni menggunakan kacamata dan hoodie.
• Disjoki Pandaz dari Kota Banjarmasin Ini Lestarikan Lagu Banjar dengan Alat Musik Pad Fingering
• Buaya Empat Meter Gegerkan Warga Pelangsian Sampit Kalteng, Muncul Naik ke Lanting Batang Kayu
• Kebakaran di Teluk Tiram Banjarmasin, Zainal Lompat dari Loteng Selamatkan Ijazah, Dua Rumah Ludes
Dia pun memperkenalkan satu per satu alat yang dipakai untuk memperlancar produksi musik dan lagu karyanya.
Pertama ada Marchine Pad, menurut Pandaz ada banyak makna di dalam satu alat itu yakni Midi Controller, biasa ia gunakan untuk membuat sampel hasil audio yang ingin dia buat.
Hal penting saat menggunakan Midi Controller adalah harus fokus dan tahu warna-warna yang terdapat di dalamnya.
“Jadi PR nya kalau siaran langsung harus nggak buta warna, harus tau mana yang kick mana yang snare, “ ujar Pandaz.
Midi Controller digunakan sebagai pusat kendali dari software maupun dari DAW.
“Saya kontrol pakai ini bisa buat di studio tuk arranger bisa juga dipakai untuk live perform, “ tandasnya.
(banjarmasinpost.co.id/kristin juli saputri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/instagram-pandazmusic.jpg)