Berita Banjarmasin

Dewan Kalsel Tolak Smart PJU, Rencana Pemasangan Titik  PJU di Jalan Provinsi Jadi 413 Titik

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi-Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan sinar matahari yang tak berfungsi di ruas Jalan Lingkar 30, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/9/2022).

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023 merencanakan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di 413 titik di jalan provinsi.

Titik PJU ini dua kali lipat lebih banyak dari rencana awal yang diusulkan Dinas Perhubungan Kalsel ke DPRD Kalsel.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Gusti Abidinsyah mengatakan, pemasangan PJU ini diambil dari APBD 2023 yang baru saja ditetapkan.

Sebelumnya Dinas Perhubungan hanya menganggarkan untuk 200 lebih titik PJU untuk jenis Smart PJU.

Baca juga: Satu PJU di Jalan Jurusan Pelaihari Liang Anggang Nyaris Roboh, Warga Duga ini Penyebabnya

Baca juga: Tiang PJU di Perempatan Jalan Lambung Mangkurat Banjrmasin Bakal Direlokasi ke RTH Kamboja

Baca juga: Lampu PJU Solar Sell di Jalan Lingkar Batulicin Kabupaten Tanbu Rusak dan Ada yang Dicuri

Namun, ketika dihitung ulang dengan menggunakan PJU seperti yang sudah ada, Jumlah PJU bisa dipasang di 413 titik.

"Anggarannya itu sekitar Rp 10 miliar untuk PJU, dan sebelumnya dengan smart PJU untuk satu titik itu anggarannya Rp 43 juta, serta  fokus pada Jalan Trikora dan kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel," urainya.

Pihaknya, meminta agar PJU nya yang seperti sebelumnya saja, tidak perlu yang smart PJU, terpenting agar lebih banyak jalan provinsi yang bisa mendapatkan PJU.

Dengan anggaran Rp 10 miliar dan didapatkan 413 titik PJU baru tersebut rinci Abidinsyah maka per satu titik cuma Rp 23 juta.

Komisi III kata Abidinsyah meminta agar PJU yang dipasang nanti adalah PJU standar yang biaya maintenancenya lebih murah, dan mudah dalam pengoperasian.

"Kalau kita pakai smart PJU, khawatirnya biaya maintenance lebih mahal, harus mendatangkan teknisi dari Jawa atau ujung-ujungnya rusak dan tak bisa diperbaiki," tambahnya.

Ia meminta agar usulan PJU yang sudah masuk di Dishub Kalsel bisa diakomodir sesuai anggaran.

"Tentunya prioritas kawasan yang padat penduduknya dan rawan kecelakaan dan tindak kejahatan," sebutnya.

Baca juga: Pencurian di Banjarmasin : Kabel PJU di Jembatan Basit Dicuri, Kerugian Ditaksir Hampir Rp 120 Juta

Sebelumnya Kasi Keselamatan Sarana dan Prasarana LLJ Dishub Kalsel, Ihda Wardati mengatakan saat ini jika dibandingkan antara PJU dan rambu yang sudah terpenuhi dan kebutuhan yang belum dipasang pada PJU ada 23 persen, sementara untuk rambu di jalan provinsi ada 35 persen.

"Kalau anggarannya memang tersedia, kita selalu akomodir usulan PJU dan rambu ini," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Berita Terkini