Berita Banjarmasin

Serapan APBD di Kalsel Baru 55,49 Persen, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sebut Saldo SILPA Meningkat

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Selatan, Sulaimansyah.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rendahnya serapan APBD di Kalsel hingga 31 Oktober 2022, dipastikan menyebabkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) di lingkup Kalimantan Selatan (Kalsel) di 2022 mengalami kenaikan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Selatan, Sulaimansyah saat menggelar konfrensi pers, hari ini Kamis (24/11/2022).

Dalam rilis yang disampaikan, total serapan ABPD di Kalsel sampai 31 Oktober 2022 telah mencapai 55,49 persen atau sebesar Rp 17.315,66 Miliar dari total pagu sebesar Rp 27.788,24 Miliar.

Sedangkan dari segi pendapatan, realisasi sudah mencapai 83,24 persen dari target sebesar Rp 28.857,54 Miliar.

Untuk itulah lanjutnya, waktu yang tersisa hanya dua bulan di 2022 tentunya akan cukup sulit merealisasikan secara optimal.

"Kalau misalnya target APBD sebesar 95 persen, tentu cukup besar tantangan mencapai 40 persen diselesaikan dalam waktu dua bulan," ujarnya.

Dan belum optimalnya penyerapan APBD ini pun tentunya akan menyebabkan terjadinya peningkatan saldo SILPA. 

Dimana secara agregat, jumlah SILPA seluruh Pemda se-Kalimantan Selatan sampai dengan 31 Oktober 2022 sudah mencapai Rp 7.819,79 Miliar dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 
meningkat sebesar Rp 4.344,61 Miliar.

Sulaimansyah pun menerangkan hal ini bukanlah hal baru, karena sebelumnya juga kerap terjadi alias berulang.

"Kejadian ini berulang terus setiap tahunnya, dan kita sebenarnya ingin belanja ini 100 persen. Tapi tentu juga akan ada sisa belanja dari kegiatan lelang. Kemudian di sisi lain juga ada peningkatan pendapatan. Dan kita akan terus mendorong agar bisa lebih optimal," jelasnya.

Sementara mengenai kinerja makro ekonomi Kalsel hingga akhir Oktober 2022 menunjukkan kondisi yang baik dengan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat serta tingkat inflasi yang terkendali. 

Pertumbuhan ekonomi menguat signifikan pada periode triwulan III 2022 sebesar 5,59 persen ( y-o-y) yang didukung oleh konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor yang tinggi. 

Inflasi pada bulan Oktober 2022 tercatat sebesar 0,25 persen ( m-to-m ), lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 1,42 persen. 

Beberapa penyumbang utama inflasi di Kalsel adalah transportasi udara, darat serta bahan pangan terutama daging ayam ras, ikan haruan serta beras. 

Sedangkan yang menahan laju inflasi adalah harga telur ayam ras, minyak goreng serta cabai merah.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

 

Berita Terkini