Tajuk

Mimpi Wujudkan Petani Berjaya

Editor: Eka Dinayanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petani cabai hijau di Banjarbaru juga mengeluhkan mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk non subsidi, sementara pupuk subsidi juga harus menunggu lama untuk mendapatkannya, Jumat (25/3/2022).

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARGA pupuk melejit, petani pun menjerit.

Kondisi demikian, tengah dirasakan petani di Kalimantan Selatan.

Tak hanya menghadapi curah hujan tinggi yang berdampak banyak tanaman pertanian rusak, petani juga mengeluh kesulitan membeli pupuk.

Saat ini harga pupuk nonsubsidi melonjak lebih dari 50 persen.

Sedangkan pupuk subsidi juga makin mahal dan kuotanya kini telah habis.

Harga pupuk nonsubsidi Mutiara yang dulu Rp 520 ribu per sak dengan berat 50 kilogram, kini dibanderol Rp 900 ribu per sak atau naik Rp 380 ribu.

Harga pupuk Urea juga melambung.

Dari Rp 320 ribu per sak kini menjadi Rp 520 ribu atau naik Rp 200 ribu.

Sementara itu harga Phonska subsidi Rp 120 ribu - Rp 125 ribu per sak.

Sedangkan Phonska nonsubsidi Rp 350 ribu - Rp 400 ribu.

Kondisi ini diakui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Selatan Syamsir Rahman.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, ikut mengerek harga pupuk.

Mengacu pada data PT Pupuk Indonesia (Persero), kuota pupuk bersubsidi di Kalsel pada 2022 sebesar 97,34 ribu ton.

Saat ini kuota tersebut telah habis.

Halaman
12

Berita Terkini