Berita Banjarbaru

Pengguna Bangunan Liar di Jalan Trikora Kota Banjarbaru Berencana Bongkar Sendiri Kiosnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas beri Surat Peringatan ke-3 kepada pengguna bangunan liar di Jalan Trikora, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (1/12/2022).

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sri wahyuni adalah salah satu di antara pengguna bangunan liar di Jalan Trikora, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjararu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Akrab disapa Sri, perempuan berusia 54 tahun itu mengaku tidak rela, bila bangunan yang ditempatinya tersebut dibongkar paksa oleh pemerintah.

Hal itu sebagaimana yang tertulis di dalam Surat Peringatan (SP) ke 3 yang diterimanya, Kamis (1/12/2022) sore.

Alasannya, tidak lain karena tidak ingin material bangunan miliknya rusak. Untuk itu, dia sudah ancang-ancang untuk membongkar sendiri bangunannya.

"Kalau dibongkar sama pemerintah, nanti pakai alat berat, pastinya material bangunan jadi rusak dan materialnya tidak bisa lagi digunakan," kata Sri.

Baca juga: Anggota DPRD Kalsel Minta Dishub Akomodasi Keinginan Driver Ojol, Tarif Pun Akan Berubah

Baca juga: Sidang Mardani H Maming di Pengadilan Banjarmasin, Saksi Sebut SK Bupati Diberi Tanggal Mundur

Baca juga: Penjambret Perempuan di Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin Diringkus Polisi, Pelaku Pemuda Pengangguran

Dia juga mengungkapkan, sudah menempati bangunan di kawasan Lianganggang tersebut lebih kurang selama dua tahun.

Tidak hanya dijadikan kios, bangunan berbahan dasar kayu itu juga dijadikannya sebagai tempat tinggal.

"Saya di sini tinggal bersama keluarga, ada anak dan suami kerja jadi sopir truk," ucap perempuan asal Banyuwangi tersebut.

Aelama menempati bangunan itu, dirinya rutin membayar iuran keamanan dan sewa tanah.

Selain itu juga, pada saat awal pembangunan, Sri mengaku membayar uang sewa tanah senilai Rp 3,5 Juta.

Baca juga: Banjir Rob, SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin Sempat Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Pencuri Mesin Pompa BPK Komandan di Banjarmasin Ditangkap, Pelaku Ternyata Libatkan IRT

Baca juga: Mau Jual Hasil Aksinya, Dua Pencuri Motor di Banjarmasin Diringkus di Jalan Trans Kalimantan Batola

"Bayarnya sama preman di sini, per bulan Rp 350 Ribu, itu buat sewa tanah dan keamanan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Banjarbaru, Muriani, menyebutkan, bahwa pada SP 3 kali ini diberikan waktu selama 30 hari untuk membongkar sendiri bangunannya.

Apabila sampai batas waktu peringatan tersebut tidak diindahkan, maka pihaknya  yang akan melakukan pembongkaran.

"Totalnya ada 75 bangunan liar. Ini merupakan tindak lanjut dari SP 2 yang sudah kami berikan dua pekan lalu," ujarnya.

Halaman
12

Berita Terkini