Serambi Ummah

Bantu Rakyat Palestina Bisa Dengan Doa

Ustadz Muhammad Rasad, mengungkapkan banyak cara untuk membantu rakyat Palestina, diantaranya dengan doa

Editor: Irfani Rahman
ISTIMEWA
Ustadz Muhammad Rasad 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ANEKA ungkapan solidaritas untuk rakyat Palestina disampaikan melalui media sosial dengan tanda tagar #PrayForPalestine #SavePalestine dan #PrayForGaza.

Selain itu, ajakan memberikan sumbangan untuk rakyat Palestina juga banyak beredar di dunia maya.

Dalam hal kemanusiaan, menurut Ustadz Muhammad Rasad, sangat banyak dalil dari Al-Qur’an maupun hadis mengenai saling membantu atau tolong menolong.

“Di antaranya Surah Al Maidah: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Sementara dalam hadis riwayat Ahmad: Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia,” tutur imam masjid Al Ikhwan Banjarmasin itu kepada Serambi Ummah, Kamis (26/10).

Baca juga: Teliti Sebelum Berdonasi untuk Palestina

Lalu, bagaimana anjuran Islam untuk membantu para korban? Menurut Rasad, bila kaum muslim lain tak dapat membantu langsung dengan cara datang ke sana, setidaknya bisa membantu menggunakan harta.

“Kalau tidak bisa juga, dengan suara (ajakan, Red), dan yang terakhir bisa dengan doa,” ujar dia.

Beda hal ketika seseorang punya kemampuan dalam hal kekuasaan. Maka dia dibolehkan membantu menggunakan kekuasaannya tersebut.

Dalam Al-Qur’an, lanjutnya, pada Surah Al Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.

“Bersaudara itu harus saling membantu dan peduli. Ketika teman atau saudaranya kesusahan, ada baiknya dengan sigap kita memberi pertolongan. Apalagi ketika saudara seiman dijajah oleh orang-orang kafir,” papar pemimpin Tahfidz Al Ikhwan Banjarmasin.

Dengan label membantu Palestina yang saat ini marak, Rasad mengharapkan kepada para donatur agar bisa memeriksa dulu badan yang mengumpulkan donasi itu.

Jangan sampai kaum muslim menyumbang secara asal-asalan. Tidak mengetahui apakah sumbangan tersebut tersampaikan atau tidak.

“Bisa dengan mencari instansi mana yang terpercaya di internet. Atau misal ikut program Baznas, Lazismu, maupun mengikuti donasi yang dibuka oleh ustadz terkenal,” saran dia.

Rasad menjelaskan, donasi yang diberikan ini bisa menjadi zakat, bisa pula tidak. Tergantung personal donatur masing-masing.

“Kalau mereka memberikan hartanya bentuknya harta biasa, itu jatuhnya sedekah. Kecuali mereka memberikan bagian tertentu dari hartanya yang memang untuk zakat,” tuturnya.

Kalau harta zakat itu didonasikan, maka tidak apa-apa bagi muslim itu sendiri. Karena sejatinya kata Rasad, warga Palestina juga membutuhkan zakat.

“Mereka lagi diserang, otomatis harta mereka tidak ada. Mereka masuk dalam asnaf (delapan golongan penerima zakat),” pungkasnya. (sul)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved