Berita Olahraga

Atlet Disabilitas Berprestasi Asal Balangan Ini Sukses Raih Gelar Sarjana Pertanian

Atlet Bulutangkis asal Balangan Rubiansyah akhirnya sukses mewujudkan keinginan menyandang gelar sarjana pada tahun 2025 ini.

|
Editor: Edi Nugroho
Rubiansyah untuk Banjarmasinpost.co.id
BEPRESTASI-Atlet Bulutangkis asal Balangan Rubiansyah akhirnya sukses mewujudkan keinginan menyandang gelar sarjana pada tahun 2025 ini. Meski terlahir di kampung kecil di Lampihong Selatan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, NPC (National Paralympic Committee) Balangan ini berhasil menambah gelar yakni Sarjana Pertanian (S.P.). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Atlet Bulutangkis asal Balangan Rubiansyah akhirnya sukses mewujudkan keinginan menyandang gelar sarjana pada tahun 2025 ini.

Meski terlahir di kampung kecil di Lampihong Selatan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, NPC (National Paralympic Committee) Balangan ini berhasil menambah gelar yakni Sarjana Pertanian (S.P.).

Sebagai atlet disabilitas dengan kaki kiri yang cacat, perjalanan ini tak selalu mulus dia jalani. Bahkan, ia mengaku awalnya sama sekali tidak membayangkan bisa terjun ke dunia olahraga, apalagi bulutangkis. 

“Pertama saya tidak terlalu menyukai olahraga seperti ini, mungkin karena di kampung minatnya tidak banyak. Ditambah lagi saya orang yang berkebutuhan khusus, jadi awal-awal minder,” kata  dia dalam rilis tertulisnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (12/8/20205).

Baca juga: BPBD Ungkap di Tabalong Tersebar 25 Titik Api, Ditertibkan Status Siaga Darurat Karhutla

Baca juga: Banyak Luka tak Wajar, Kejanggalan Meninggalnya Anggota TNI NTT Prada Lucky Namo Diungkap Keluarga

Semua berubah ketika ia bergabung dengan NPC Balangan. Awalnya, ia hanya ikut-ikutan karena hobi mencoba hal baru. 

Namun begitu bergabung, Rubiansyah langsung ditugaskan untuk ikut di cabang bulutangkis. Tak hanya itu, ia juga sempat dijajal di cabang atletik, khususnya nomor lempar.

“Waktu itu saya tidak tahu kalau cabang olahraga di sini banyak. Jadi saya coba-coba saja. Ternyata saya mulai menyukai bulutangkis,” ujarnya.

Keputusan itu terbukti tepat. Tahun 2022 menjadi tahun emas bagi Rubiansyah. Pada ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Hulu Sungai Selatan (HSS), ia berhasil Juara 1 (Emas) Ganda Putra, Juara 2 (Perak) Single Putra, Juara 3 (Perunggu) Ganda Putra.

Prestasi tersebut mengantarkannya ke Pelatprov untuk persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Solo 2024. Di ajang nasional itu, ia berhasil menembus 8 besar ganda putra dan 32 besar single putra, sebuah capaian yang membanggakan bagi atlet debutan. 

Kini, Rubiansyah bersiap untuk Peparprov Tanah Laut 2025, bersama bombingan pelatih: Sabirin dan Rusehan.

Kembali ke perjuangan di dunia akademiknya, di tengah kesibukan latihan dan pertandingan, Rubiansyah juga menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai, Program Studi Agroteknologi. 

Skripsi yang ia tulis berjudul: Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Padat Kotoran Burung Puyuh (POP) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). 

Penelitian ini sebut Rubiansyah dibimbing oleh Mahdiannoor, SP., MP dan Dr. Ir. Murjani SP., S.I.Kom., MS., IPM, dengan penguji Nurul Istiqomah, SP., MP dan Nur Hafizah S.Hut., MP.

Bagi Rubiansyah, meraih gelar sarjana bukan hanya soal ijazah, tetapi juga pembuktian diri. Tidak semua orang bisa menjadi sarjana, apalagi seorang disabilitas. Ini adalah bukti bahwa kekurangan bukan alasan untuk menyerah.

Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan atlet bukan perkara mudah. Sering kali, jadwal latihan bentrok dengan perkuliahan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved