HUT Ke 80 RI

Cerita Jenderal Besar Soedirman Punya 3 "Jimat" Penyelamat: Wudhu, Tulus dan Amanah

Beberapa kali sang Jenderal Besar selamat dari penyergapan kumpeni Belanda, Jenderal Besar Soedirman rupanya memiliki tiga "jimat" khusus.

Editor: Rahmadhani
Tribunnews
KISAH JENDERAL SOEDIRMAN – Ganang Priyambodo Soedirman, cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman, berbagi kisah langka sang kakek dalam wawancara eksklusif bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Redaksi Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Ia mengungkap Soedirman pernah mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden pertama RI Ir. Soekarno, namun ditolak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ada satu kisah menarik dari Jenderal Besar Soedirman.

Sering keluar masuk hutan dalam perang gerilya melawan Belanda, tak jarang Jenderal Soedirman dikaitkan dengan hal mistis, misalnya jimat.

Beberapa kali sang selamat dari penyergapan kumpeni Belanda, Jenderal Besar Soedirman rupanya memiliki tiga "jimat" khusus.

Apa itu? 

Cucu Jenderal Soedirman, Ganang Priyambodo dalam wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di kantor Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (15/8/2025), mengisahkan, memang banyak orang yang menyebut sang kakek memiliki jimat penyelamat.

Ganang mengatakan kakek yang ia panggil eyang kakung itu memang sempat dibicarakan orang-orang tentang menggunakan "jimat". 

"Jimat itu tiga itu tadi, yang pertama nuwun sewu, beliau nggak pernah lepas dari wudhu, bersuci lah tapi ini jangan diartikan hanya di Islam di agama lain pun bersuci juga bisa, sama," ucapnya.

"Kemudian yang kedua ini beliau apa ya, sangat mencintai selain ini beliau tulus. Yang ketiga sangat lebih mencintai amanahnya seperti itu. Nah itu jimatnya itu itu yang mungkin membuat nuwun sewu sang khalik itu lebih melindungi pada hambanya kan," sambungnya.

Ganang juga menceritakan tentang barang warisan berupa tongkat yang berbau mistis mistis milik Jenderal Besar Soedirman.

Baca juga: Isi Naskah Asli Teks Proklamasi yang Diketik Sayuti Melik dan Dibacakan Bung Karno 17 Agustus 1945

Awalnya, Ganang mengatakan barang warisan Jenderal Soedirman sejauh ini sepengetahuannya sudah dimuseumkan di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman di Jalan Bintaran Wetan nomor 3, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Tapi ada satu yang buat saya. Saya pernah ketitipan satu bentuknya seperti tongkat kecil kalau dibuka seperti tongkat komando, itu nuwun sewu (permisi) itu dari ayahanda," kata Ganang.

Sebelum ayahnya meninggal dunia, Ganang menyebut barang tersebut diminta agar dirawat dengan baik. Namun, menurutnya, dia tidak apik dalam merawat benda tersebut.

Atas hal itu, Ganang mengaku hal-hal mistis sering datang khususnya dari tongkat yang diletakkan di dalam kotak di atas televisi. 

Pengakuannya, setiap waktu magrib, kotak berisikan tongkat tersebut selalu mengeluarkan bunyi-bunyi yang membuat bulu kuduk merinding.

"Itu ba'da magrib itu klotek klotek itu (bunyi bunyi) gitu. ketika saya buka itu tikus po yo? Ndak ternyata. Istri sama anak-anak kan lama-lama takut, opo ini. Saya juga nggak paham, tapi ketika saya tanyakan pada salah satu kawan yang paham itu, dia bilang 'kowe ora open mas'," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved