Ekonomi dan Bisnis

Live TikTok diblokir, Omset Jualan Online Pedagang Pakaian Jadi di Banjarmasin Ini Turun 70 persen

Diblokirnya fitur live TikTok dikeluhkan beberapa pedagang online di Banjarmasin. Pedagang mengeluh penjualan mereka turun

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman/DOK
LIVE TIKTOK HILANG - (Di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, fitur siaran langsung (live) TikTok mendadak tidak bisa diakses oleh pengguna, Sabtu (30/8/2025) malam. Pedagang online, keluhkan hilangnya fiture live TikTok. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Aksi demo di sejumlah wilayah yang berimbas pada diblokirnya fitur live TikTok dikeluhkan beberapa pedagang online di Banjarmasin.

Pedagang mengeluh penjualan mereka turun semenjak tidak jualan secara live.

Maulida, UMKM di Banjarmasin yang menjual produk pakaian jadi, mengungkapkan bahwa selama ini sangat terbantu usahanya melalui live TikTok selain promosi online lainnya.

"Jualan di TikTok itu banyak yang menyimak dan banyak pula laku, karena bisa berinteraksi dengan pembeli," ungkapnya.

Baca juga: Pengguna Keluhkan Fitur Live TikTok Tak Bisa Diakses, Terjadi saat Demo Besar-Besaran di Indonesia

Saat fitur live diblokir pemerintah, Maulida otomatis susah untuk jualan. Tak pelak, omset penjualannya menurun dratis hingga 70 persen.

"Jelas ini sama saja membuat kami pedagang online kategori kecil jadi kelabakan untuk cari rezeki," tukasnya.

Lanjut Maulida, jangkauan promosi dan jualan jadi terbatas. Sebab itu ia memohon kepada pemerintah jangan sampai live TikTok tidak bisa difungsikan.

"Syukurnya sekarang live tik tok sudah bisa dilakukan," katanya.

Hal sama dirasakan Leha, pelaku UMKM di Komplek Perumahan di Banjarmasin, melakukan penjualan dan persewaan baju India, yang biasa live TikTok.

Baca juga: Resmi! Fitur Tiktok Live di Indonesia Dimatikan Sementara: Sehubungan dengan Meningkatnya Kekerasan

"Usaha saya sempat tidak bisa beroperasi,  penjualan maupun persewaan agak sedikit terhambat," akunya.

Walaupun menurut Leha, TikTok bukan satu-satunya media sosial yang digunakan untuk berjualan, tapi tetap saja memberikan dampak. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved