Ekonomi dan Bisnis

Harga Cabai Terus Melonjak, Ini Penyebabnya

Tingginya curah hujan di beberapa wilayah Kalimantan Selatan, cukup berpengaruh terhadap hasil pertanian

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
PEDAGANG CABAI- Reza pedagang di pasar Bauntung Banjarbaru, menjual berbagai macam jenis cabai. Saat ini harga cabai alami kenaikan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tingginya curah hujan di beberapa wilayah Kalimantan Selatan, cukup berpengaruh terhadap hasil pertanian, termasuk tanaman cabai

Dampaknya harga berbagai jenis cabai terus berangsur mengalami kenaikan yang bervariatif, terlebih cabai khas lokal rawit mencapai  Rp 100 ribu per kilogram.

Eza, pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru, mengatakan, sejak sebulan terakhir ini harga cabai terus naik dari pemasok.

"Naiknya memang bertahap, hingga kini rata-rata kenaikan lebih dari 50 persen dari sebelumnya," ujar Eza, sambil menutup lapaknya, Kamis (4/12/2025).

Dipaparkannya, harga cabai tiung, jablak, cabai keriting dan cabai merah Rata-rata dijual harga Rp 80 ribu per kilogram, seminggunyang lalu masih Rp 60 ribu per kilogram. 

Kalau cabai rawit di lapaknya lagi kosong, walaupun ada harganya cukup tinggi dibandingkan cabai lainnya.

Menurut Reza, kenaikan harga ini karena faktor cuaca yang sering hujan, sehingga ada kebun cabai yang kebanjiran, dan ada cabai siap panen yang busuk atau tanamannya mati.

"Pasokan kurang, petani cabai tidak mendapat hasil panen yang banyak karena ada tanaman yang mati," jelasnya 

Cabai yang dipasok ke pasar umumnya disuplai dari kawasan pertanian cabai di wilayah gunung antara lain dari Pelaihari, juga ada dari Rantau," katanya.

Hal yang sama diaku Sarah pedagang cabai di pasar mingguan di Jl Karang Rejo Banjarbaru, mengatakan, semua jenis cabai harganya melonjak sekali, terlebih seminggu terakhir ini.

"Saya jual cabe rawit seperempatnya Rp 25 ribu, karena barangnya kosong," katanya.

Dikebunnya di kawasan Sukamara Landasan Ulin, sudah banyak tanaman cabai yang mati, karena tergenang air hingga akar terendam.  (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved