Ekonomi dan Bisnis

Imbas Lonjakan Harga, Pedagang Kecil Beralih ke Plastik Daur Ulang

Pedagang kecil mulai beralih menggunakan plastik daur ulang sebagai kantong pembungkus luar.

Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/Salmah
KANTONG PLASTIK DAUR ULANG- Kantong plastik daur ulang yang digunakan hanya untuk pembungkus akhir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Demi untuk bertahan di tengah harga plastik yang kian melonjak, pedagang kecil mulai beralih menggunakan plastik daur ulang sebagai kantong pembungkus luar.

Langkah ini karena imbas dari harga plastik non-daur ulang, terutama plastik putih transparan, melonjak cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. 

Hampir sekitar dua minggu terakhir kondisi ini cukup memberatkan pedagang, terutama mereka yang mengandalkan keuntungan tipis dari hasil jualan sehari-hari.

Anjani, salah satu pedagang, mengungkapkan,  plastik daur ulang menjadi solusi yang cukup membantu. 

“Kalau tidak disiasati, kami bisa semakin tertekan biaya,” ujarnya, Senin (20/4/2026), sambil melayani pembeli di warungnya yang berlokasi di Jalan Jati Banjarbaru.

Pilihan alternatif untuk bungkus luar  plastik daur ulang. Harganya jauh lebih ramah di kantong.

Hitungan biaya yang dikeluarkan Anjani, satu kilogram plastik daur ulang hanya sekitar Rp22 ribu rupiah per kilogram, dengan jumlah yang lebih banyak dibanding plastik putih tranparan, Meski begitu, ia tetap berhati-hati dalam penggunaannya.

Anjani menggunakan plastik daur ulang itu hanya sebagai lapisan luar, bukan untuk membungkus makanan secara langsung.

Tidak dipungkirinya, penggunaan plastik daur ulang juga memiliki kekurangan. Aroma khas dari bahan daur ulang masih cukup terasa. 

Meski demikian, bagi para pedagang kecil, hal ini dianggap sebagai kompromi yang masih bisa ditoleransi dibanding harus menanggung biaya yang semakin tinggi. “Kalau tidak disiasati, kami pedagang kecil bisa semakin tertekan dengan biaya,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Endah, pedagang pakaian,  menghadapi dilema serupa. Ia merasakan dampak dari kenaikan harga plastik yang semakin tidak bersahabat. 

Kondisi seperti sekarang ini, menurut Endah, pedagang harus lebih cermat dalam mencari cara agar tetap bertahan. 

Ketika ada yang menawarkan plastik daur ulang dengan harga lebih murah, ia tidak menolak untuk mencobanya. 

Disadarinya, kualitas plastik memang tidak sebaik yang putih transparan, tetapi untuk kebutuhan kantong pakaian, hal itu bukan masalah besar. “Selama tidak dipakai untuk makanan, saya rasa masih aman,” ucapnya.

Ketika ada tawaran plastik daur ulang dengan harga lebih murah, Endah tidak ragu untuk mencobanya. Ia sadar kualitasnya memang tidak sebaik plastik putih transparan, tetapi untuk kebutuhan kantong pakaian, hal itu bukan masalah besar. “Selama tidak dipakai untuk makanan, saya rasa masih aman,” ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved