Berita Banjarmasin

Besok Mahasiswa Demo di DPRD Kalsel, ULM Berlakukan Perkuliahan Daring Hingga 4 September

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil langkah antisipasi jelang aksi Rakyat Kalsel Melawan pada Senin (1/9/2025) di DPRD

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
GERBANG KAMPUS-Suasana di depan kampus Universitas Lambung Mangkurat di Jalan Brigjend Hasan Basry, Banjarmasin. Besok Mahasiswa Demo di DPRD Kalsel, ULM Berlakukan Perkuliahan Daring hingga 4 September. (arsip 2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil langkah antisipasi jelang aksi Rakyat Kalsel Melawan pada Senin (1/9/2025) di DPRD Kalimantan Selatan.

Selain menerapkan perkuliahan secara daring hingga 4 September, pihak kampus juga mengimbau sebagian tenaga kependidikan untuk bekerja dari rumah rumah (WFH).

Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie mengatakan, kebijakan ini hasil rapat rektorat dan dekanat pada Minggu (31/8/2025) malam.

Ia menyatakan, ULM tidak melarang mahasiswanya mengikuti aksi unjuk rasa. Namun, meminta mereka menjaga ketertiban, menghindari tindakan anarkis, dan membatasi jumlah peserta yang berangkat.

Baca juga: Wisata Kalsel: Tak Perlu ke Eropa, Bangunan Klasik Belanda Ada di Banjarbaru 

Baca juga: Rute Demo di DPRD Kalsel Hari Senin ini, Cek Link CCTV Kota Banjarmasin untuk Pantau Situasi Jalan

“ULM ingin menjadi role model dalam demonstransi damai. Kami berpesan agar mahasiswa menjaga marwah kampus dan keamanan bersama,” kata Iwan, Minggu malam.

Ia juga mengimbau mahasiswa baru yang masuk angkatan 2025 tidak ikut aksi. Sebab, menurutnya, mereka masih baru mengenal situasi kampus.

Selain itu, Fakultas dan Ekonomi Bisnis (FEB) ULM mengeluarkan surat edaran khusus.

Isinya meminta dosen dan tenaga kependidikan di radius aman untuk tetap bekerna dari kantor, sementara yang berada di luar radius aman diperbolehkan WFH.

Mobil dinas dan kendaraan dinas juga diminta tidak digunakan selama periode ini.

Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko serta melindunhi seluruh sivitas akademika dari potensi gangguan keamanan di Kota Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved