Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
FKIK ULM Gelar LUMMENS dan Temu Pakar, Bahas Dampak Lahan Basah Terhadap Kesehatan
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM menyelenggarakan 6th Lambung Mangkurat Medical Seminar (LUMMENS) dan Temu Pakar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan 6th Lambung Mangkurat Medical Seminar (LUMMENS) dan Temu Pakar pada 26–27 September 2025.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan Program Studi Kedokteran Program Sarjana (PSKPS) FKIK ULM ini menghadirkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Bekerja sama dengan Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia (PBBMI) Cabang Banjarmasin, kegiatan ini mengusung tema “Menjawab Paradoks Lahan Basah Melalui Pendekatan One Health: Dari Perspektif Lokal Menuju Indonesia Emas 2045”.
Seminar ini menjadi ruang kolaborasi ilmiah untuk membahas isu kesehatan, lingkungan, teknologi biomolekuler, dan kearifan lokal.
Rangkaian kegiatan terdiri dari Sesi Pleno dan Temu Pakar. Para narasumber membahas topik biokimia, imunologi, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, penyakit metabolik, dampak lingkungan lahan basah terhadap kesehatan, serta pengembangan produk kesehatan berbasis herbal lokal.
Sesi seminar utama menghadirkan lima pembicara dari berbagai institusi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, Universitas Palangkaraya, dan Universitas Lambung Mangkurat sendiri.
Pada kegiatan ini, diselenggarakan juga presentasi oral dan poster, serta membuka peluang publikasi ilmiah bagi peserta melalui prosiding ber-ISBN, dan jurnal nasional terakreditasi.
Apresiasi datang dari peserta seminar yang mengungkapkan bahwa forum seperti ini membuka peluang kerja sama lintas institusi.
“Kami mendapat banyak perspektif baru untuk riset dan publikasi,” tutur salah satu peserta kegiatan.
Ketua panitia kegiatan, Dr. Dra. Fujiati, M. Si., menyampaikan harapan agar LUMMENS ke-6 ini menjadi pemicu lahirnya inovasi berbasis potensi lokal Kalimantan.
“Lahan basah bukan hanya isu lingkungan, tapi juga pintu inovasi kesehatan dan biomolekuler jika dikaji secara ilmiah. Kami ingin mengangkat kekayaan alam, isu kesehatan masyarakat, dan kearifan lokal sebagai kekuatan menuju Indonesia 2045,” ujarnya.
Panitia berharap penyelenggaraan LUMMENS berikutnya dapat menjangkau lebih banyak institusi dan memperluas jejaring riset lintas daerah, terutama riset biokimia di wilayah lahan basah Indonesia.
Dengan semakin banyaknya kolaborator, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi kesehatan yang aplikatif menggunakan produk berbasis kearifan lokal.
Selain itu, LUMMENS ke depan diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas peneliti muda, penguatan publikasi internasional, serta kerja sama multisektor yang berkelanjutan.
PSKPS FKIK ULM menargetkan agar kegiatan mendatang semakin berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 dan menjadi rujukan nasional dalam pengembangan ilmu kedokteran berbasis ekologi lahan basah. (AOL)
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK)
Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
PSKPS FK ULM
lahan basah
Berita Banjarmasinpost Hari Ini
| Lomba Farmakologi Nasional LUMOS Meramaikan Dies Natalis FKIK ULM 2025 |
|
|---|
| Warga Keliling Benteng Ulu Banjar Diberi Pelatihan Gizi dan Pengolahan Ikan Sepat Siam |
|
|---|
| Turun ke Sungai Kitano, Mahasiswa Profesi Ners ULM 2024 Edukasi Warga Cegah Penyakit Tidak Menular |
|
|---|
| Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ULM Cegah Kenakalan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/FKIK-gelar-seminar-lahan-basah.jpg)