Berita Banjarbaru

Lebih Memilih Bekerja, Banyak Anak di Kalsel Hanya Lulusan SMP

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di daerah ini. ]

Tayang:
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
JOB FAIR-Suasana Banjarmasin Job Fair 2022 di siring kawasan Jalan Pierre Tendean, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/7/2022). Lebih Memilih Bekerja, Banyak Anak di Kalsel Hanya Lulusan SMP 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di daerah ini. Jumlahnya diakui mencapai puluhan ribuan ribu anak.

Dari berbagai faktor penyebab, salah satu yang paling dominan adalah anak-anak yang lulus SMP lebih memilih bekerja dibanding melanjutkan pendidikan. Ada pula yang sempat melanjutkan ke jenjang SMA, namun tak sampai lulus.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihaknya.

“Banyak lulusan SMP langsung bekerja, sehingga tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Inilah yang membuat angka putus sekolah tetap tinggi,” ujar Tantri di Banjarbaru, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Sejumlah Faskes di Banjarmasin Dibobol Pencuri, Kadinkes Minta Puskesmas Pekerjakan Penjaga Malam

Baca juga: Makan Burger, Ini Kronologi 27 Murid SD di Palangka Raya Kalteng Keracunan Usai Santap MBG

Selain faktor bekerja, anak putus sekolah juga dipengaruhi oleh pernikahan dini, kemiskinan, kenakalan remaja, kasus bullying, hingga kendala infrastruktur pendidikan.

Ada juga yang tercatat putus sekolah karena pindah ke jalur pendidikan nonformal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Kalsel menyiapkan berbagai strategi, mulai dari program beasiswa, bantuan untuk anak kurang mampu, advokasi langsung ke daerah, hingga peluncuran program sekolah paket A, B, dan C. Opsi penggabungan (merger) sekolah juga sedang dipertimbangkan.

Namun, Tantri menyebut langkah strategis baru bisa dijalankan pada 2026, setelah proses verifikasi data selesai dilakukan.

“Dengan database yang valid, penanganan bisa lebih tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang memilih bekerja. Kita ingin mereka tetap punya akses pendidikan meski sambil mencari penghasilan,” tegasnya.

Sementara itu, data Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel, mencatat jumlah anak tidak sekolah di provinsi ini mencapai angka 60.996 orang.

Tiga daerah dengan jumlah anak tidak sekolah terbanyak adalah Kabupaten Banjar dengan angka 10.542 orang, Kotabaru 8.341 orang, dan Kota Banjarmasin ada 7.378 orang.

Dari total 60 ribu lebih tersebut BPMP membaginya menjadi tiga kategori, yakni drop out, lulus tidak melanjutkan, serta belum pernah sekolah.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved