Berita Banjarbaru
Status Siaga Darurat Karhutla di Kalsel Berakhir, Ini Data Luasan Lahan Terbakar
BPBD Kalsel resmi umumkan status suaga karhuta di Kalsel telah berakhir, cek luasan lahan Karhutla yang terbakar
Penulis: Rizki Fadillah | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan resmi berakhir pada Selasa (30/9/2025). Pada musim kemarau 2025 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel tidak memperpanjang status siaga darurat karhutla.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi mengatakan berakhirnya status tersebut diputuskan saat rapat evaluasi beberapa waktu lalu.
Bambang mengungkapkan, hasil evaluasi karhutla dengan Forkopimda menghasilkan catatan penting yang menjadi dasar pencabutan status darurat karhutla.
Dimana, berdasarkan predeksi dan data BMKG menunjukan bahwa Kalsel di bulan Oktober, November dan Desember 2025 telah memasuki musim hujan.
“Puncaknya (musim hujan) November dan Desember. Meski status siaga karhutla berakhir tanggal 30 September 2025, Gubernur mengingatkan kepada kami semuan untuk tetap meningkatkn kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” katanya di Banjarbaru, Rabu (1/10/2025) siang.
Baca juga: Kisah Ajaib Bayi Terseret Angin Puting Beliung di Gambut Banjar, Ditemukan Selamat dan Sedang Tidur
Baca juga: Pengedar Sabu Perbatasan Tanahlaut Tak Berkutik Saat Disergap, Segini Barbuk yang Ditemukan
Bambang juga mengungkapkan tingkat kesadaran masyarakat Kalsel untuk tidak membakar lahan, menjadi penurunan angka karhutla di Kalsel pada musim kemarau 2025.
“Dari evaluasi kami, tidak ada temuan secara signifikan atau data yang menujukan ada kesengajaan secara langsung masyarakat kita membakar lahan,” katanya.
Selain itu, penuruan angka karhutla juga disebut berkat mitigasi dan penanggulangan karhutla yang cepat dilakukan seperti operasi modifikasi cuaca (OMC), pengusulan heli water bombing ke BNPB, hingga pembasahan diareal lahan gambut rawan karhutla.
BPBD Kalsel juga mencatat jumlah karhutla dan luasan lahan yang terbakar di Kalsel selama musim kemarau 2025. Data Karhutla di Kalsel dari tanggal 1 Januari hingga 1 Oktober 2025, kejadian 669 kasus kebakaran lahan. Kemudian untuk lahan yang terdampak seluas 1.706,29 hektar dan total hotspot 3.252 titik panas.
“Tingkat luasan lahan yang terdampak jauh berkurang tahun 2024, apalagi tahun 2023. Ini menujukan mitigasi kita cukup berhasil berkat kerjasama dan kolaborasi. Kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Rekap kejadian karhutla di Kalsel berdasarkan data BPBD hingga 1 Oktober 2025, Hulu Sungai Selatan 182 kejadian 630,32 hektar, Banjar 94 kejadian 191,61 hektar, Tapin 82 kejadian 133,74 hektar, Banjarbaru 72 kejadian 150,93 hektar, Tanahlaut 62 kejadian 201,87 hektar.
Kemudian Hulu Sungai Utara 39 kejadian 136,86 hektar, Balangan 31 kejadian 48,22 hektar, Baritokuala 25 kejadian 84 hektar, Kotabaru 22 kejadian 37,45 hektar, Hulu Sungai Tengah 23 kejadian 39,07 hektar, Tanahbumbu 20 kejadian 26,3 hektar, Tabalong 16 kejadian 25,93 hektar, dan 1 kejadian karhutla di Banjarmasin.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)
| 91 Bintara Baru TNI AD Lulus di Banjarbaru, Siap Perkuat Satuan dan Hadapi Modernisasi Alutsista |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, Ratusan Siswa-Siswi SDN 2 Loktabat Selatan Banjarbaru Parade Jalan Santai |
|
|---|
| Harga Elpiji Nonsubsidi di Banjarbaru Naik, Tabung 12 Kilogram Mencapai 240 Ribu |
|
|---|
| Formasi CPNS Kalsel Tunggu Verifikasi Kemenpan RB, PPPK Bisa Ikut Seleksi Tanpa Mundur |
|
|---|
| BKPSDM Banjarbaru Masih Tunggu Informasi Seleksi CPNS 2026 dari Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/LAKUKAN-PEMADAMAN-Petugas-Satgas-Karhutla-df.jpg)