Pelajar di Martapura Keracunan MBG

Usai Keracunan Massal MBG di Martapura, Dinkes Kalsel Bakal Sidak SPPG

Pihak Dinkes Kalsel ambil sikap mengenai keracunan massal makan bergizi gratis di Martapura beberapa waktu lalu

Tayang:
Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki
JENGUK - Bupati Banjar, Saidi Mansyur menjenguk korban keracunan massal MBG yang dirawat di RSUD Ratu Zaleha Martapura, Kalsel, Kamis (9/10/2025) malam.Dinkes Kalsel akan sidak SPPG 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Setelah keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) langsung bergerak ke lapangan.

Tim Dinkes tak hanya meninjau sekolah terdampak, tetapi juga memeriksa langsung dapur pengolah makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan keamanan bahan dan proses pengolahan.

“Kita sudah melihat langsung situasinya dan bertemu dengan pengolah makanannya. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala berarti, namun tetap harus kita evaluasi,” ujar Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, Jumat (17/10/2025).

Dinkes juga telah mengambil sampel makanan dan sampel dari anak-anak yang sempat mengalami gejala untuk diuji di laboratorium kesehatan.

Baca juga: MBG Murid SDN 1 Loktabat Utara Banjarbaru Berlendir, Dinkes Banjar Temukan Bakteri di SPPG Tungkaran

Baca juga: BREAKING NEWS- Truk Vs Sepeda Motor Adu Banteng di Kapar HST, Pengemudi Motor Diduga Tewas di Tempat

“Kita menunggu hasil uji laboratorium. Setelah keluar, baru bisa dipastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Kalsel berencana menggelar inspeksi mendadak ke dapur-dapur pengolah makanan, bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM/BGN).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebersihan, cara penyimpanan bahan, dan kelayakan alat masak yang digunakan.

“Tujuan kami sederhana, tapi penting memastikan makanan yang sampai di tangan anak-anak benar-benar aman. Kita tidak ingin ada lagi kejadian serupa,” tegas Diauddin.

Ia juga mengingatkan para pengelola dapur dan sekolah agar lebih berhati-hati dalam setiap tahap pengolahan.

“Guru, kepala sekolah, sampai petugas dapur harus ikut mengawasi. Cek makanan sebelum dibagikan,” pesannya.

Program Makan Bergizi Gratis disebutnya bertujuan mulia, yakni memastikan anak-anak sekolah di Kalsel tumbuh sehat dan kuat. “Karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk menjaga mutu dan keamanannya,” tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved