Berita Banjarbaru

Meski Cuaca Panas, BPBD Kalsel Tetap Waspada Potensi Banjir dan Angin Kencang  

BPBD Kalsel Selatan tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang.

Tayang:
Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki
TERENDAM - Pemukiman warga di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalsel, terendam banji pada 6 Februari 2025. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Meski cuaca dalam beberapa pekan terakhir terasa lebih panas dari biasanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai mengatakan, kondisi panas ekstrem justru menjadi tanda peralihan cuaca yang perlu diwaspadai.

Sebab, kondisi tersebut dapat disusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

“Kita tetap siaga karena sudah ada pos-pos di masing-masing wilayah. Walaupun belum dalam status siaga darurat seperti sebelumnya, namun koordinasi di lapangan terus dilakukan untuk memantau titik-titik rawan,” ujar Rifai, Senin (20/10/2025).

Baca juga: Lowongan Kerja Garudafood, Buka Banyak Posisi, Ada Penempatan Banjarmasin, Tabalong hingga Barabai

Baca juga: Hakim Soroti Penanganan Perkara Endorse Judi Online di Banjarmasin, Sebut Situsnya Masih Bisa Dibuka

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kalsel saat ini memang lebih tinggi dari biasanya, tetapi disertai potensi hujan dan angin kencang akibat perubahan pola cuaca.

Fenomena serupa juga dialami sejumlah daerah lain seperti Surabaya dan Jakarta.

BPBD Kalsel memastikan kesiapsiagaan di lapangan tetap terjaga. Posko siaga bencana telah diaktifkan di wilayah rawan, dengan kesiapan sarana evakuasi dan logistik untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.

“Pemutakhiran peta risiko dilakukan secara berkala agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan sesuai dengan kondisi terkini di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada kesiapan teknis, BPBD Kalsel juga tengah menggelar kampanye “Waspada Cuaca Ekstrem” yang melibatkan tokoh masyarakat, relawan, dan media lokal.

Kampanye itu bertujuan meningkatkan kesadaran publik agar tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap panas yang tinggi, hujan lebat, dan potensi angin kencang. Kami juga mengimbau BPBD kabupaten dan kota untuk tetap siaga menghadapi kondisi anomali cuaca seperti ini,” pesannya.

Rifai menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Dengan sistem peringatan dini yang aktif, kesiapan logistik yang memadai, dan kesadaran masyarakat yang meningkat, kita bisa meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat Kalsel,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved