Berita Balangan

Dipinjam Warga, Mobil Operasional Desa Gunung Riut Tabrak Warung di Buntu Karau Balangan

Dari video yang beredar pada sejumlah grup Whatsapp, mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian depan, kemudian di sisi plat depan tidak terpasang

Tayang:
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Ratino Taufik
Istimewa/Kolase tangkapan layar video grup Whatsapp
KECELAKAAN - Sisi kiri, stiker bertulis di bagian pintu mobil Suzuki Ertiga diduga milik Pemdes Gunung Riut yang ditutupi lakban hitam. Sisi kanan, Mobil Suzuki Ertiga diduga milik Pemdes Gunung Riut mengalami kerusakan bagian depan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Mobil jenis Suzuki Ertiga diduga mobil operasional desa menabrak warung di Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Senin (26/1/2026).

Dari video yang beredar pada sejumlah grup Whatsapp, mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian depan, kemudian di sisi plat depan tidak terpasang nomor polisi. Sementara tempat plat mobil di bagian belakang ada nomor polisi dengan angka DA 2003 Y.

Dari video itu pula, terdengar narasi dari seorang laki-laki yang menginformasikan adanya stiker di mobil. Ia pun membuka stiker tersebut. Dimana stiker seperti lakban hitam menutupi stiker lainnya yang lebih dulu terpasang di mobil

"Tu, tu, tu, Gunung Riut," ujarnya sembari membuka stiker hitam di bagian pintu mobil yang menutupi tulisan Mobil Operasional Gunung Riut, bahkan logo Pemkab Balangan juga ditutupi stiker hitam tersebut.

Ia juga menginformasikan bahwa mobil hitam itu telah menabrak satu warung.

Baca juga: Sampaikan Hasil Pemeriksaan, BPK Temukan Tambang Ilegal dan Risiko Kredit Bermasalah di Bank Kalsel

Tindakan menutupi tulisan tersebut sontak menjadi perhatian. Apalagi mobil ini merupakan mobil operasional desa yang notabenenya ditempel stiker Operasional Desa, beserta nama desa. Bahkan seluruh mobil desa di Kabupaten Balangan harus menggunakan stiker bertulis tersebut. 

Selain itu, setiap mobil operasional tersebut juga menggunakan plat kendaraan berwarna merah atau plat dinas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPAP2KBPMD) Kabupaten Balangan, Rahmadi menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada pemerintah desa yang bersangkutan.

"Tadi kami konfirmasi ke Pemdesnya, bilangnya, mobilnya dipinjam warga karena ada urusan. Untuk kerusakan terhadap mobil, warga bertanggung jawab aja untuk perbaikan," terang Rahmadi melalui ruang obrolan Whatsapp.

Menyikapi adanya penutupan stiker itu pula pihaknya kata Rahmadi akan mendiskusikan kepada bidang terkait perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaian mobil dinas kepala desa. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved