Berita Banjarmasin

Dukung Open Donasi Baju, Putik Bersih Dapat Suvenir Hasil Daur Ulang Kolaborasi CK dan BPost

Donasi pakaian yang ingin diserahkan para donatur melalui Putik Bersih ada di dua titik, yakni Banjarmasin dan Banjarbaru.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Mariana
SUVENIR - Penyerahan suvenir daur ulang pakaian tak layak pakai hasil kolaborasi CK dan BPost kepada perwakilan komunitas Putik Bersih, Kantor Banjarmasin Post Group, Senin (26/1/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - ​Hasil pengumpulan baju tak layak pakai kolaborasi PT Cipta Kridatama dengan Banjarmasin Post, salah satunya dibuat suvenir.

Suvenir tersebut berbentuk cover buku yang diserahkan BPost kepada perwakilan Putik Bersih, di Kantor Banjarmasin Post Group, Senin (26/1/2026).

Putik Bersih adalah satu komunitas peduli lingkungan yang turut membantu program kolaborasi CK dan BPost.

Melalui open donasi pakaian bekas, Putik Bersih turut membantu pengumpulan pakaian tak layak pakai yang sudah dipilah, yang diserahkan ke CK dan BPost untuk didaur ulang.

Anggota komunitas Putik Bersih, Ulfa mengatakan open donasi dilakukan di media sosial Instagram.

"Kami selalu menerima donasi pakaian bekas, untuk sampah-sampah yang sudah terpilah memang kami kumpulkan, jadi saat ada yang memerlukan, bisal langsung disalurkan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Donasi pakaian yang ingin diserahkan para donatur melalui Putik Bersih ada di dua titik, yakni Banjarmasin dan Banjarbaru.

Baca juga: Mengamuk dan Mengganggu Petani, ODGJ di Ambutun HSS Dievakuasi Petugas Gabungan ke Bangsal Jiwa

Hasil pakaian tak layak pakai yang terkumpul diserahkan ke CK untuk di daur ulang, selain CK pihaknya juga menyerahkan pakaian tak layak pakai ke Pemerintah Kota (Pemko).

"Sementara pakaian yang layak pakai, kami salurkan ke korban-korban bencana alam," ungkapnya.

Pakaian yang paling banyak disumbangkan adalah baju wanita, misalnya daster, pakaian-pakaian jadul milik orangtua, dan lainnya.

Meski ada wadah untuk daur ulang maupun penyaluran pakaian bekas, Ulfa berharap agar masyarakat tidak terlalu konsumtif terhadap pakaian atau fashion.

"Selain menghasilkan sampah yang cukup sulit didaur ulang, setiap hari toko tekstil juga menyumbang limbah produksi, alangkah baiknya kita lebih bijak dan bertanggung jawab atas sampah masing-masing," tutup Ulfa (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved