Haji 2026

Jemaah Lansia Meningkat, Kemenhaj Kalsel Tekankan Peran Petugas sebagai Problem Solver

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel sebut lonjakan jumlah jemaah haji lanjut usia dan disabilitas menjadi tantangan

Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
CALON JEMAAH HAJI - Jemaah Embarkasi Banjarmasin saat berada di Asrama Haji sebelum berangkat ke Tanah Suci pada 2025. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Lonjakan jumlah jemaah haji lanjut usia dan disabilitas menjadi tantangan utama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan menekankan pentingnya peran petugas haji sebagai problem solver di lapangan, bukan sekadar pelaksana teknis.

Penegasan itu disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairani, saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD) di Asrama Haji Banjarmasin, Banjarbaru, Senin (2/2/2026).

Menurut Eddy, karakteristik jemaah haji yang semakin didominasi lansia menuntut kesiapan mental, empati, dan kemampuan pengambilan keputusan cepat dari para petugas.

“Petugas haji harus siap menghadapi berbagai persoalan jemaah, terutama lansia dan disabilitas. Mereka dituntut menjadi problem solver, menjaga etika, dan melayani dengan kesabaran serta ketulusan,” ujarnya.

Baca juga: Lowongan kerja PT Permodalan Nasional Madani, Terbuka Bagi Lulusan SMK-S1, Cek Lokasi Penempatan

Baca juga: BREAKING NEWS- Puluhan Warga Tolak Pasar Wadai di Jalan Singabana Kotabaru, Kamis Dilakukan Mediasi

Ia menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga mencakup pembinaan dan perlindungan jemaah. Karena itu, petugas harus memiliki komitmen penuh dan mampu bekerja secara kolektif dalam satu tim.

Selain kesiapan petugas, Eddy juga menyoroti pentingnya membangun kepedulian antarjemaah. Jemaah yang masih memiliki kondisi fisik baik perlu diajak berperan aktif membantu jemaah lansia di sekitarnya, sehingga beban pelayanan tidak sepenuhnya bertumpu pada petugas.

“Keberhasilan haji tidak ditentukan satu orang, tetapi kerja sama semua pihak. Petugas harus mampu menggerakkan kepedulian jemaah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga memaparkan gambaran teknis penyelenggaraan haji 2026.

Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan memberangkatkan 19 kloter yang terdiri dari jemaah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dengan kloter pertama berangkat pada 24 April 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Kalsel, Rasyid Luthfiyana, mengatakan diklat ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan di tengah tantangan karakteristik jemaah yang terus berubah.

“Petugas dibekali kemampuan teknis, kesehatan, dan koordinasi agar mampu memberikan pembinaan, pelayanan, serta perlindungan jemaah secara optimal,” ujarnya.

Diklat diikuti 110 peserta yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah, dan berlangsung hingga 11 Februari 2026.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved