Ramadan Vibes 2026
Ustadz Ahmad Zainuddin Berbagi Kiat Menggapai Ampunan Allah di Bulan Ramadan, Ingatkan 10 Amalan
Kehadirannya selalu dinanti, karena di dalamnya terdapat ampunan, limpahan rahmat, dan peluang meraih derajat takwa.
Penulis: Saiful Rahman | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramadhan, syahrul mubarak, kembali hadir membawa nuansa spiritual mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bulan ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Kehadirannya selalu dinanti, karena di dalamnya terdapat ampunan, limpahan rahmat, dan peluang meraih derajat takwa.
Salah satu momen yang paling ditunggu ummat muslim adalah waktu berbuka. KH. Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., pendakwah kibar dari Kalimantan Selatan sekaligus Mudir Ponpes Intan Ilmu Batola, mengingatkan agar sebelum berbuka memperbanyak doa, karena saat itu merupakan waktu penuh keberkahan dan tempat diijabahnya doa.
Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., membuka penjelasan dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’ anhu dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Doa orang tua kepada anaknya, (2) Orang yang berpuasa, (3) Do’a orang yang sedang safar (musafir).”(Hadits Shohih [HR. al-Baihaqi 3/345], dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahaadits as-Shahihah no. 1797)
"Dalam beberapa lafaz hadits, 'حين يفطر' saat berbuka, dalam lafaz yang lain, 'حتى يفطر' yaitu sehingga berbuka," jelas Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., menyampaikan sepuluh amalan utama agar seorang hamba tidak melewatkan Ramadhan tanpa ampunan Allah.
"Kita di bulan Ramadhan ini jangan sampai tidak diampuni, jangan sampai di bulan yang penuh ampunan ini kita tidak mendapatkan ampunan. Karena salah satu gelar bulan Ramadhan ialah Syahrul Maghfirah adalah bulan ampunan," nasihat Ustadz dilanjutkan dengan mengutip hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَوْ بَعُدَ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad, shahih)
Berikut sepuluh amalan di bulan Ramadhan untuk menggapai ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana disampaikan Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. lengkap dengan dalil-dalil pendukungnya
1. Menjaga shalat lima waktu dan di masjid bagi laki-laki.
"Selalu menjaga shalat lima waktu, jangan sampai tidak shalat atau shalat di luar waktu tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh syariat. Jangan sampai shalat tidak di masjid bagi laki-laki, jangan sampai shalatnya juga tidak tuma'ninah terlalu cepat, dan jangan sampai shalatnya tidak khusyuk," tegas Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc.
2. Bersahur.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَ سَحورُ المؤمِنِ التَّمرُ
“Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).” (HR. Abu Daud no. 2345, disahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).
“Dalam riwayat lain juga disebut ada keberkahan dalam bersahur. Dan bersahurlah dekat dengan azdan shubuh sekitar 15 sampai 20 menit,” tambah Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc.
3. Berpuasa karena iman dan pahala.
Dari hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan tadarrus.
حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
"Ketika malaikat Jibril ‘Alaihis Salam menemuinya, dan adalah Jibril ‘Alaihis Salam mendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, dimana Jibril ‘Alaihis Salam untuk tadarrus Al Qur’an." HR. Bukhari).
5. Perbanyak dzikir.
أيُّ الصائمين أعظمُ أجرًا قال: أكثرهم لله ذِكرًا
"Orang yang berpuasa mana yang paling besar pahala puasanya?. Nabi menjawab: Yang paling banyak berzdikir kepada Allah." (HR Imam Ahmad)
6. Menyegerakan berbuka.
لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْر
“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Shalat tarawih bersama imam hingga selesai.
Disebutkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ
“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
8. Melakukan i’tikaf.
إِنِّي اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ اْلأَوَّلَ أَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ، ثُمَّ اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ اْلأَوْسَطَ، ثُمَّ أُتِيتُ فَقِيلَ لِي إِنَّهَا فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ، فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ.
"Sesungguhnya aku melakukan i’tikaf pada sepuluh hari pertama untuk mencari malam ini (lailatul qadar). Kemudian aku melakukan i’tikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan, lalu aku didatangi seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa lailatul qadar ada pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa di antara kalian yang ingin melakukan i’tikaf, maka lakukanlah!’ Lalu orang-orang pun ikut beri’tikaf bersama beliau." (Hadist riwayat Muslim (VIII/61) juga tercantum dalam kitab Fat-hul Baari (IV/259))
9. Melaksanakan umrah di bulan Ramadhan.
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863).
10. Membukakan puasa bagi orang lain.
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِالصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun juga.” (Shahih Tirmizi, dishahihkan Al-Albani).
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)
| Waktu Diperbolehkan Memulai Puasa Syawal 1447 H, UAH Memberikan Penjelasan |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Terakhir, Jumat 20 Maret 2026 di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Kotabaru |
|
|---|
| Ngaji Santuy: Mageran Mengurangi Pahala Puasa Tidak Ya? Simak Jawaban Ustadz Hanafi |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa di Kalsel, Kamis 19 Maret 2026, Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Batulicin |
|
|---|
| Doa dan Fadhilah Puasa Hari Ke-29, Kamis 19 Maret 2026, Beserta 5 Amalan Malam Idul Fitri 1447 H |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ustadz-Ahmad-Zainuddin-Al-Banjary-Lc.jpg)