Berita Banjarmasin

Setahun Muhidin-Hasnuryadi, Ketua PDIP Kalsel: Memperluas Ruang Dialog Penting

Pola komunikasi pemerintah daerah menjadi sorotan dalam evaluasi 12 bulan kepemimpinan Muhidin–Hasnuryadi Sulaiman.

Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
Anggota DPRD Kalsel, M Syaripuddin atau Bang Dhin (kanan). 


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tepat 20 Februari 2026 menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, sejak dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pola komunikasi pemerintah daerah menjadi sorotan dalam evaluasi 12 bulan kepemimpinan Muhidin–Hasnuryadi Sulaiman.

Anggota DPRD Provinsi Kalsel, M Syaripuddin atau Bang Dhin menilai, komunikasi publik memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel tersebut, komunikasi menentukan bagaimana kebijakan itu dipahami dan diterima publik.

“Ke depan, setiap pernyataan resmi dan kebijakan publik kiranya dapat terus diarahkan pada komunikasi yang konsisten dan terukur, berbasis data dan pertimbangan objektif, serta mengedepankan simpati dan empati terhadap kondisi masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/2).

Ia menilai pendekatan komunikasi yang empatik penting agar masyarakat tidak merasa berjarak dengan pemerintah.

Baca juga: Diawali Cekcok Mulut, Jukir Pasar Wadai di Banjarmasin Tewas Ditusuk Rekan

“Pendekatan komunikasi yang empatik akan memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan dapat dipahami sebagai bagian dari solusi bersama,” katanya.

Bang Dhin memandang, dalam situasi sosial dan ekonomi yang dinamis, komunikasi yang jelas dan berbasis data akan membantu mencegah kesalahpahaman serta menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Selain komunikasi, ia juga menyinggung pentingnya memperluas ruang dialog sebagai bagian dari semangat “Bekerja Bersama Merangkul Semua”.

“Kami meyakini semangat tersebut merupakan fondasi yang baik. Untuk semakin menguatkannya, ruang dialog dan partisipasi perlu terus diperluas dan diperdalam,” ujarnya.

Ia menyebut keterbukaan terhadap masukan dari DPRD, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat lain akan memperkaya kualitas pengambilan keputusan.

“Kepemimpinan yang mendengar adalah kepemimpinan yang kuat,” tambahnya.

Bang Dhin juga mendorong optimalisasi kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat. 

Menurutnya, kehadiran langsung memiliki nilai strategis untuk menangkap aspirasi secara langsung dan memperkuat hubungan emosional dengan warga. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved