Berita Banjar
Sebanyak 29 Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Program Kuliah S1
Sebanyak 29 orang resmi mengikuti program perkuliahan strata satu (S1) yang diluncurkan di lingkungan lapas tersebut, Rabu (4/3/2026).
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kesempatan menempuh pendidikan tinggi kini terbuka bagi warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
Sebanyak 29 orang resmi mengikuti program perkuliahan strata satu (S1) yang diluncurkan di lingkungan lapas tersebut, Rabu (4/3/2026).
Para peserta sebelumnya melalui proses seleksi dari total 43 pendaftar.
Tahapannya meliputi pemeriksaan administrasi, asesmen, hingga sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebelum akhirnya ditetapkan sebagai mahasiswa.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al-Habsy, mengatakan akses pendidikan bagi warga binaan merupakan bentuk pemenuhan hak sekaligus upaya membangun masa depan yang lebih baik.
“Kita ingin memberi motivasi, kepercayaan, dan harapan. Dengan mengikuti perkuliahan ini mereka memiliki gambaran masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Baca juga: Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Jadi Perhatian Pemko Banjarbaru, Sekda Ungkap Penyebabnya
Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana positif bagi warga binaan untuk memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana sekaligus menyiapkan diri ketika kembali ke masyarakat.
“Tanpa bekal pendidikan dan keterampilan, risiko mengulangi kesalahan bisa saja terjadi. Dengan kuliah, mereka punya harapan baru, juga untuk keluarga mereka,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya pembinaan yang lebih bermakna bagi warga binaan.
“Tujuannya agar ketika bebas nanti mereka bisa diterima masyarakat. Pendidikan ini bagian dari pembinaan dan juga upaya menekan angka residivisme,” jelasnya.
Menurutnya, program perkuliahan di dalam lapas masih tergolong baru di Kalimantan Selatan sehingga membutuhkan penyesuaian dalam pelaksanaannya.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra, mengatakan kegiatan perkuliahan dijadwalkan setiap Jumat dan Sabtu.
Apabila dosen tidak dapat hadir secara langsung, pembelajaran akan dilakukan secara daring dengan fasilitas yang disediakan pihak lapas.
Program ini membuka jurusan kewirausahaan yang dinilai relevan dengan kebutuhan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Harapannya mereka tidak hanya bebas, tetapi juga memiliki bekal ilmu untuk membuka usaha sendiri dan hidup mandiri,” katanya. (Banjarmasin Post / Nurholis Huda).
| Jalan Desa Mangkauk Banjar Rusak dan Berlumpur, Warga Tanam Pohon Pisang di Kubangan |
|
|---|
| Protes Jalan Rusak Berat, Warga Desa Mangkauk Banjar Tanam Pisang di Tengah Jalan |
|
|---|
| BPBD Deteksi Sejumlah Hotspot di Banjar, Hujan Buatan Sasuk Skenario Penanganan Karhutla di Kalsel |
|
|---|
| BPBD Banjar Siapkan Posko dan Personel Hadapi Ancaman Karhutla Saat Kemarau |
|
|---|
| Resmikan Arboretum Ayu Tirta, Menteri LH Tanam Ulin dan Soroti Ancaman Spesies Endemik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kepala-Lapas-Narkorika-Karang-Intan-Banjar.jpg)