Berita Banjarbaru
Pemprov Kalsel Dorong Ekspor Komoditas Perikanan ke Malaysia
Selisih harga komoditas pasar lokal dan luar negeri membuka peluang besar bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk menembus pasar ekspor
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Budi Arif Rahman Hakim
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selisih harga komoditas perikanan antara pasar lokal dan luar negeri membuka peluang besar bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk menembus pasar ekspor.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, sejumlah komoditas perikanan segar seperti ikan, udang, kepiting, cumi-cumi hingga belut memiliki nilai jual jauh lebih tinggi di negara tetangga, khususnya Malaysia.
Ia mencontohkan harga belut di pasar lokal yang hanya berkisar Rp 50 ribu per kilogram. Sementara di Malaysia, komoditas yang sama bisa dihargai sekitar 50 ringgit per kilogram.
“Kalau dikonversikan nilainya bisa sekitar empat kali lipat dibanding harga di sini. Ini tentu menjadi peluang ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Menurut Gia, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya akses penerbangan langsung dari Kalimantan Selatan ke Malaysia yang memudahkan pengiriman produk perikanan segar.
Baca juga: Wali Kota Lisa Lantik 112 Pejabat Pemko Banjarbaru, Shanty Janji Langsung Gas Pol
Baca juga: Pembangunan Jalan Lingkar Banjarbaru Dimulai, Ruas Purnawirawan Digarap Balai Jalan
Transportasi udara dinilai penting karena dapat menjaga kualitas produk selama proses pengiriman ke negara tujuan.
“Produk perikanan seperti ikan, udang, kepiting, dan cumi kita dorong untuk ekspor ke Malaysia. Dengan adanya penerbangan langsung, peluang ekspor produk segar ini semakin terbuka,” jelasnya.
Ia menyebutkan, selain sektor tambang, terdapat sekitar tujuh komoditas ekspor dari Kalsel yang terus didorong pemerintah daerah untuk berkembang, termasuk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan UMKM.
Saat ini, aktivitas ekspor produk perikanan dari Kalsel mulai berjalan secara mandiri oleh para pelaku usaha yang melihat potensi keuntungan dari perdagangan lintas negara.
Pemerintah daerah, kata Gia, berperan memberikan dukungan terutama dari sisi administrasi ekspor, seperti penerbitan dokumen yang diperlukan.
“Produk perikanan ini sebenarnya sudah mulai diekspor dan berjalan dengan sendirinya. Kami membantu dari sisi administrasi, sementara pelaku usaha melihat peluang pasar dan menjalankan usahanya,” katanya.
Pemprov Kalsel berharap semakin banyak komoditas unggulan daerah mampu menembus pasar internasional dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)
| Rute 11 Trayek Angkutan Gratis Trans Banjarbaru, Penumpang Tercatat Ratusan Ribu Sejak Awal Operasi |
|
|---|
| JAECOO Hadir di Banjarbaru, Tawarkan SUV Premium Berteknologi Hybrid dan Listrik |
|
|---|
| Kini Layani 11 Trayek, Angkutan Feeder Trans Banjarbaru Dipastikan Masih Gratis |
|
|---|
| Antusiasme Warga Tinggi, Dishub Banjarbaru Pastikan CFD di Panglima Batur Banjarbaru Berlanjut |
|
|---|
| 15 Ribu Porsi Soto Banjar Jadi Sajian Utama HUT ke-27 Kota Banjarbaru, Menteri UMKM Beri Apresiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ahmad-Bagiawan-Kepala-Dinas-Perdagangan-Kalsel.jpg)