Berita Tanahlaut
Demi Sembako Murah, Warga Tanahlaut Ini Rela Tempuh Puluhan Kilometer
Dari Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, menuju Kota Pelaihari ibu ini rela demi mendapatkan sembako murah.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Isnawati rela menempuh perjalanan jauh dari Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, menuju Kota Pelaihari demi mendapatkan sembako murah.
Pagi itu, Senin (9/3/2026), ia membonceng sang ibu, Badariah, dengan sepeda motor menuju pasar murah di halaman Stadion Pertasi Kencana di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari. Jaraknya dari Jilatan sejauh 40 kilometer.
Setibanya di lokasi, Isnawati langsung mengantre. Ia berdiri mewakili ibunya yang sudah lanjut usia dan tak kuat menunggu lama di barisan warga yang mengular.
Sementara itu sang ibu, Badariah, menunggu di tempat yang lebih teduh.
Pasar murah tersebut dipersembahkan TP PKK Kalimantan Selatan bersama TP PKK Tanahlaut (Tala). Kegiatan itu didukung Dinas Perdagangan Kalsel serta sejumlah SKPD di Tala seperti Diskumdag, DKPP, Distanhorbun, dan Disnak Keswan.
Baca juga: Korban Kecelakaan di Pabahanan Tanahlaut adalah ASN Disnakerind, Dikenal Sosok Rajin Membantu
Baca juga: BREAKING NEWS - Tabrakan Motor dan Truk di Jalan Nasional Binuang Tapin, Pengendara Tewas
Bagi Ismawati dan ibunya, perjalanan jauh itu terasa sepadan. Sejumlah kebutuhan pokok berhasil mereka dapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Alhamdulillah lumayan murah. Hemat sekitar seratus ribuan,” ujar Isnawati.
Badariah membeli beberapa kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan teh kotak.
Menurut Isnawati, harga yang ditawarkan di pasar murah tersebut memang jauh lebih rendah dibandingkan di warung atau pasar biasa.
Ia mencontohkan beras kemasan lima kilogram yang hanya dijual Rp 50 ribu, padahal di pasaran bisa mencapai sekitar Rp 65 ribu. Telur ayam ras satu rak dijual Rp 50 ribu, sedangkan di pasar harganya lebih dari Rp 60 ribu.
Hal senada disampaikan Erniwati, warga Kelurahan Saranghalang. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut karena bisa meringankan pengeluaran rumah tangga.
“Ini sangat membantu masyarakat. Setidaknya bisa membeli beras dan kebutuhan lain dengan harga lebih murah,” katanya.
Pegawai Diskumdag Tala, Myrna Fahrina, menuturkan antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Bahkan dalam waktu sekitar satu jam, hampir seluruh bahan pangan yang disediakan di stand Diskumdag telah habis terjual. Ia menyebutkan minyak goreng “Minyak Kita” yang dibawa sebanyak 600 liter dijual hanya Rp 10 ribu per liter dari harga pasar sekitar Rp 18 ribu.
Selain itu, beras sebanyak 200 sak kemasan lima kilogram dijual Rp 50 ribu per sak, telur ayam ras 100 rak dijual Rp 50 ribu per rak, bawang merah sekitar 30 kilogram dijual Rp 30 ribu per setengah kilogram, serta bawang putih yang dikemas seperempat kilogram dijual Rp 5 ribu.
Tak hanya itu, tersedia pula pangkalan LPG yang menjual elpiji bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 19 ribu per tabung. Sedangkan harga di luaran sekitar Rp 25-30 ribu.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)
| Waktu Tanggap Dipertaruhkan, Tanahlaut Tambah 17 Personel Damkar untuk Kejar Respons Cepat |
|
|---|
| Polisi Ungkap Kronologi Mobil Dinas Terguling di Batutungku Tanahlaut, Hilang Kendali di Tikungan |
|
|---|
| Identitas Terungkap, Mayat Terapung di Muara Asamasam Tanahlaut Remaja 16 Tahun Asal Satui Barat |
|
|---|
| Diduga Bukan Warga Setempat, Kades Muara Asamasam Tanahlaut Sebut Mayat Terapung dari Daerah Lain |
|
|---|
| Heboh Mayat Terapung di Perairan Muara Asamasam Tanahlaut, Petugas Langsung Bergerak ke Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Isnawati-dan-sang-ibu-Badariah-lega-belanja-sembako-murah-di-pasar-murah.jpg)