Berita Tanahlaut 

Kericuhan di Depan Minimarket Batibati Tanahlaut Kalsel, Diduga Dipicu Kembang Api

Kericuhan terjadi di depan sebuah minimarket di Batibati, pada tengah malam hari tadi atau Sabtu dinihari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Edi Nugroho
ISTIMEWA/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
RICUH  - Suasana kributan antaranak muda di depan minimarket di Kevamatan Batibati, tengah malam tadi atau Sabtu (21/3) dinihari. Kericuhan di Depan Minimarket Batibati Tanahlaut Kalsel, Diduga Dipicu Kembang Api 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebuah video kericuhan (disebut-sebut perkelahian) berdurasi sekitar 15 detik viral di media sosial dan menjadi perbincangan warga Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (21/3/2026).

Peristiwa tersebut disebut terjadi di depan sebuah minimarket di Batibati, pada tengah malam hari tadi atau Sabtu dinihari.

Dalam video yang beredar luas, tampak puluhan anak muda berkerumun di halaman minimarket yang berada di tepi Jalan A Yani. 

Situasi dengan cepat memanas, sejumlah orang terlihat saling dorong, adu pukul, hingga melempar benda di lokasi kejadian. Juga terlihat lesatan kembang api.

Baca juga: Curi Motor di Langgar, Dua Pemuda Diringkus Tim Buser Polsek Banjarmasin Timur 

Baca juga: Gema Takbir Idulfitri 1447 Hijriah, Puluhan Mobil Hias Keliling di Rantau Tapin Meriah

Informasi yang beredar menyebutkan perkelahian itu terjadi di kawasan Batibati. Namun, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Batibati H Mulyadi membenarkan adanya kejadian tersebut, meski memastikan lokasi tepatnya berada di desa lain.

“Memang ada kejadian itu, tapi bukan di wilayah kami. Itu di Desa Ujung,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung H Andi mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Meski demikian, ia sempat menerima informasi terkait peristiwa tersebut dari warga.

“Saya tidak di tempat kejadian, tapi sempat mendengar ada perkelahian. Informasinya dipicu oleh kembang api,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak yang terlibat bukan merupakan warga Desa Ujung, melainkan orang luar daerah.

“Warga yang terlibat bukan warga Desa Ujung, melainkan orang luar,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun jumlah pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. 

Warga pun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di ruang publik yang rawan memicu kerumunan.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved