Berita Kalsel

Hadapi Kemarau Ekstrem, Dinsos Kalsel Siapkan Posko Terpusat Karhutla

Langkah ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, yang berpotensi memperparah kekeringan di sejumlah wilayah

BPBD Tapin
PADAMKAN API - Anggota BPBD Tapin melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di di Desa Pematang Karangan Hilir, Kecamatan Tapin Tengah, Kamis (31/7/2025) silam. Kobaran api melalap lahan seluas sekitar dua hektar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat tahun ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan skema respons cepat dengan memusatkan posko penanganan di Banjarbaru.

Langkah ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, yang berpotensi memperparah kekeringan di sejumlah wilayah rawan di Kalsel.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan, kesiapsiagaan tidak hanya menyasar koordinasi lintas sektor, tetapi juga memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan sewaktu-waktu.

“Memasuki musim kemarau yang diprediksi cukup panjang akibat El Nino, kami diminta untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Dinsos Kalsel menyiapkan posko penanganan yang dipusatkan di kantor baru di Banjarbaru. Posko ini akan menjadi titik kendali untuk mempercepat mobilisasi bantuan saat terjadi karhutla.

“Kami siapkan kekuatan penuh, baik peralatan maupun kendaraan operasional kebencanaan. Posko juga akan berada di kantor baru sehingga memudahkan mobilisasi dan mempercepat respons di lapangan,” jelas Achmadi.

Baca juga: Pemkab Tanahlaut Belum Terapkan WFA, ASN Tetap Bekerja Seperti Biasa

Selain posko, dukungan logistik dan kesiapan personel juga mulai dipastikan sejak dini. Hal ini menjadi krusial, mengingat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu kebutuhan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak.

Sejumlah wilayah seperti Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Tapin, hingga Kota Banjarbaru kembali masuk dalam daftar daerah rawan, terutama saat kondisi cuaca kering berlangsung dalam waktu lama.

Meski pemetaan detail menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinsos tetap mengacu pada pengalaman penanganan sebelumnya untuk memperkuat kesiapan.

“Untuk pemetaan detail memang menjadi kewenangan BPBD, namun kami tetap mengacu pada pengalaman sebelumnya dan siap mendukung penuh dalam penanganan di lapangan,” tambahnya.

Dengan pola kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini, pendekatan respons cepat dinilai menjadi kunci. Dinsos Kalsel menargetkan bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak begitu karhutla terjadi, tanpa menunggu dampak meluas.

“Dengan kesiapan yang kami lakukan sejak dini, kami berharap penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Achmadi. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved