Pemprov Kalsel

Sekda Kalsel Tekankan Penghematan Energi, ASN Diminta Kurangi Kendaraan Pribadi

Hal itu disampaikan dalam apel gabungan awal April 2026 di Lapangan Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2026).

Istimewa/MC Kalsel
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin saat memimpin apel gabungan awal April 2026 di Lapangan Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menekankan pentingnya penghematan energi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), seiring dinamika global yang berdampak pada kebutuhan dan ketersediaan energi.

Hal itu disampaikan dalam apel gabungan awal April 2026 di Lapangan Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2026).

Syarifuddin mengimbau seluruh ASN untuk menggunakan energi secara bijak, termasuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Jika tidak terlalu penting, tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi. Manfaatkan angkutan karyawan agar lebih efisien,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti beralih ke angkutan karyawan tidak hanya menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih efisien dan kolektif di lingkungan pemerintahan.

Selain transportasi, ia juga meminta seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memantau penggunaan listrik di masing-masing instansi agar lebih terkendali dan tidak berlebihan.

Upaya penghematan energi ini, lanjut Syarifuddin, menjadi bagian dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan yang menyoroti pentingnya efisiensi di tengah kondisi global yang dinamis.

Di sisi lain, ia tetap mengingatkan bahwa disiplin ASN tidak hanya tercermin dari efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga dari integritas dalam menjalankan tugas.

Pengawasan terhadap realisasi anggaran, kata dia, perlu diperketat untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari penyimpangan.

“Kita harus memastikan setiap pelaksanaan kegiatan sesuai aturan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan,” katanya.

Syarifuddin juga menyinggung tanggung jawab moral ASN dalam bekerja. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga secara etis dan spiritual. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved