Berita Tabalong

Kobaran Api Hanguskan Rumah Kosong di Desa Namun Tabalong, Kerugian Capai Setengah Miliar

Akibat kebakaran yang terjadi di Desa Namun Kabupaten Tabalong pemilik mengalami kerugian sekitar Rp500 juta

Penulis: Dony Usman | Editor: Irfani Rahman
Humas Polres Tabalong
LOKASI KEBAKARAN- Polisi menunjukan puing rumah yang terbakar di Desa Namun RT 02, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Selasa (7/4/2026) 

BANJARMASINPOST.CO.ID  TANJUNG - Suasana subuh di seputaran Desa Namun RT 02, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendadak menjadi heboh. 

Kehebohan terjadi menyusul adanya kobaran api yang menyala membakar sebuah rumah kosong, Selasa (7/4/2026) subuh, sekitar pukul 05.00 Wita.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, membenarkan adanya kebakaran tersebut. 

Menurut Heri, rumah tersebut diketahui milik H Sayid Umar Al Idrus (61), yang berdomisili di Desa Angsana RT 01, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.

Berdasarkan keterangan saksi Fajar Rahmadhani (50), api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kamar kosong di dalam rumah.

Baca juga: Token Listrik MTsN 2 Tapin Kalsel Sempat Habis Saat TKA, Siswa MTsN 1 Gantian Pakai Komputer

Baca juga: Darah Madihin Jhon Tralala Mengalir di Tubuh Putri, Tetap Gugup Saat Tunggu Giliran Tampil

Dalam waktu singkat, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah yang saat itu dalam keadaan tidak berpenghuni.

Barisan pemadam kebakaran gabungan yang mengetahui kejadian ini langsung berdatangan ke lokasi. 

Selanjutnya upaya pemadaman dilakukan pemadam kebakaran gabungan yang dibantu juga warga sekitar. 

Setelah berjibaku, kobaran api sendiri baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 Wita.

"Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa," kata Heri.

Sedangkan kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 500 juta dengan kondisi rumah terbakar 100 persen.

Sementara, dari hasil keterangan awal di lapangan, diduga penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik yang kemudian memicu terjadinya kebakaran.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta menggunakan ukuran dan jenis kabel menyesuaikan dengan beban peralatan yang digunakan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/donny usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved