Berita Tanahlaut
Harga Cabai Melejit, Warga Tanahlaut Minta Pasar Murah Diperbanyak
Saat ini adanya kenaikan harga cabai (lombok) sejak Ramadan hingga kini mulai menekan dapur rumah tangga warga Tanahlaut (Tala)
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lonjakan harga cabai (lombok) sejak Ramadan hingga kini mulai menekan dapur rumah tangga warga Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.
Di tengah situasi itu, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut memastikan langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui koordinasi bersama pemerintah pusat.
Hal tersebut mengemuka saat Pemkab Tala mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin kemarin di ruang rapat Barakat Lantai II Kantor bupati.
Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala Masturi yang juga membahas percepatan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta dukungan daerah terhadap program nasional 3 juta rumah.
Pada forum tersebut, inflasi daerah disebut masih terkendali. Namun, sejumlah komoditas tetap menjadi pemicu utama gejolak harga, terutama cabai, bawang merah, emas, dan tiket pesawat.
Baca juga: Kondisi Pengemudi Minibus Jatuh di Jurang Jembatan Tiung Tanahlaut, Polisi: Alami Patah Tangan
Baca juga: Tangis Tunangan Pecatan Polisi Pecah di Sidang Pembunuhan Mahasiswi ULM, Ungkap Soal Rencana Menikah
Pemerintah pusat mendorong langkah konkret di daerah, mulai dari penguatan distribusi pangan, intervensi pasar, hingga percepatan penyaluran DAK untuk mendukung stabilitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, gerakan menanam komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang kembali digalakkan sebagai solusi jangka menengah.
Di sisi lain, warga berharap upaya pengendalian inflasi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pasar murah.
Yuliana, ibu rumah tangga warga Angsau, mengaku harga cabai yang terus tinggi sangat terasa dampaknya bagi pengeluaran harian.
“Sejak Ramadan harga lombok naik terus, sampai sekarang belum turun, masih di atas Rp 120-an ribu per kilonya," ucapnya, Rabu (8/4/2026).
Ia bergarap pasar murah lebih sering diadakan supaya harga sembako bisa lebih terjangkau. Termasuk menjual cabai seperti pada pasar murah sebelum lebaran di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, bebebapa pekan silam.
Senada, Rahmadiansyah warga Kecamatan Saranghalang, juga meminta pemerintah daerah memperbanyak intervensi langsung ke masyarakat.
“Kalau bisa jangan cuma sesekali, tapi rutin. Pasar murah sangat membantu, apalagi saat harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya naik seperti sekarang,” katanya.
Pemkab Tanahlaut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengendalian inflasi, termasuk melalui kolaborasi lintas daerah dan peningkatan efektivitas program.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil di tengah fluktuasi pasar.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)
| Kondisi Merepotkan Jalan Usaha Tani di Gunungraja Tanahlaut Kalsel, Petani Sering Tergelincir |
|
|---|
| Patroli Rutin Anggota Polres Tanahlaut Bikin Warga Tenang, Harap Diperluas hingga Pelosok Desa |
|
|---|
| Personel Polsek Jorong Tanahlaut Patroli di Lokasi Minim Penerangan, Cegah Tindak Kejahatan |
|
|---|
| Dari Desa Pinggiran, Asa Konektivitas Ditegakkan: TNI Mulai Bangun Jembatan Perintis Garuda di Tala |
|
|---|
| Andra Eka Putra Resmi Menjabat Kepala Disdukcapil Tanahlaut, Bupati Beri Pesan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/CABAI-Aktivitas-pedagang-sayuran-di-pasar-Pelaihar2.jpg)