PT Arutmin Indonesia

SALUT Permata Batulicin Diresmikan Perluas Akses Pendidikan Tinggi yang Inklusif

(Arutmin) bersama Yayasan Permata Batulicin meresmikan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Permata Batulicin

Tayang:
Editor: Ratino Taufik
Istimewa/PT Arutmin Indonesia
Momen simbolis pemotongan pita oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr Ali Muktiyanto SE, MSi., bersama Mine Manager Arutmin Tambang Batulicin–Satui, Cipto Prayitno, ST, MM, menandai diresmikannya SALUT Permata Batulicin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Upaya menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan inklusif bagi masyarakat daerah kembali mencatat langkah signifikan. PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin (Arutmin) bersama Yayasan Permata Batulicin meresmikan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Permata Batulicin yang berlokasi di Aula Batulicin Community Center (BCC), Rabu (8/4/2026).

Rangkaian peresmian diawali dengan penampilan tim tari binaan Arutmin, yang turut menyemarakkan suasana. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka (UT), termasuk Rektor UT Prof Dr Ali Muktiyanto, SE., MSi., serta Mine Manager Arutmin Tambang Batulicin–Satui, Cipto Prayitno.

Kehadiran unsur pemerintah daerah mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Camat, hingga para Kepala Desa menjadi bukti kuat dukungan lintas sektor terhadap hadirnya fasilitas pendidikan ini.

Lewat sesi dialog interaktif, Diran Marjali membagikan kisahnya menempuh pendidikan tinggi
Lewat sesi dialog interaktif, Diran Marjali membagikan kisahnya menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja mewakili semangat akses pendidikan yang inklusif.

Bagi Universitas Terbuka, peresmian SALUT merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi hingga ke daerah. Dalam sambutannya, Rektor UT menegaskan bahwa SALUT berperan sebagai mitra dalam menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. 

“SALUT merupakan mitra Universitas Terbuka dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi hingga ke daerah, sehingga dapat memberikan akses belajar yang lebih merata dan inklusif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dampak dari inklusivitas ini mulai terasa langsung di lapangan. Selain penyerahan penghargaan kepada tiga mahasiswa penerima beasiswa Arutmin dengan IPK tertinggi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi dialog interaktif. Salah satu mahasiswa, Diran Marjali, membagikan pengalamannya dalam menempuh pendidikan sambil bekerja. 

“Sebagai seorang pekerja, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi menjadi lebih terbuka berkat Universitas Terbuka. Fleksibilitas waktu belajar membantu saya menyeimbangkan antara pekerjaan dan tanggung jawab akademik,” ungkapnya.

Apresiasi bagi mahasiswa berprestasi penyerahan bingkisan kepada penerima beasiswa Arutmin
Apresiasi bagi mahasiswa berprestasi penyerahan bingkisan kepada penerima beasiswa Arutmin dengan IPK tertinggi

Kehadiran SALUT Permata Batulicin sejatinya tidak hanya menjadi peresmian sebuah fasilitas, melainkan langkah nyata dalam meruntuhkan batasan jarak dan waktu dalam mengakses pendidikan tinggi.

Melalui sinergi ini, kesempatan untuk duduk di bangku perkuliahan kini semakin terbuka lebar baik bagi pemuda desa maupun para pekerja sehingga setiap individu memiliki peluang yang setara untuk meraih gelar sarjana dan berkontribusi dalam memajukan daerahnya. (AOL)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved