Berita HST

Panen 3 Ton Melon, Bumdes Pertala HST Hadapi Tantangan Penjualan

Pada periode panen kedua tahun ini, Bumdes Pertala berhasil memproduksi lebih dari 3 ton buah melon dari lahan seluas sekitar 0,4 hektare. 

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Stanislaus Sene
PANEN - Bumdes Pertala Desa Jatuh panen 3 ton melon di HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Upaya pengembangan usaha pertanian oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pertala, Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), terus menunjukkan geliat positif meski dihadapkan sejumlah tantangan, terutama pada aspek pemasaran hasil panen. Sabtu, (11/04/2026). 

Pada periode panen kedua tahun ini, Bumdes Pertala berhasil memproduksi lebih dari 3 ton buah melon dari lahan seluas sekitar 0,4 hektare. 

Hasil tersebut memang lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 5 ton, namun tetap dinilai memberikan keuntungan bagi desa.

Kepala Desa Jatuh, Nasirul Islam, menyebutkan penurunan produksi dipengaruhi faktor cuaca yang kurang mendukung. Meski demikian, usaha budidaya melon yang dijalankan Bumdes masih memberikan margin keuntungan yang cukup menjanjikan.

“Secara hasil memang ada penurunan, tapi dari sisi usaha masih menguntungkan, sekitar 50 persen tiap panen,” ujarnya. 

Baca juga: Momentum HUT ke-27 Banjarbaru, Wali Kota Lisa Halaby Bagikan 3.000 Voucher Belanja untuk Warga

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi saat ini bukan pada produksi, melainkan pemasaran. Selama ini, hasil panen masih bergantung pada penjualan ke tengkulak sehingga nilai jual belum maksimal.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk mencari solusi agar hasil produksi bisa dipasarkan lebih luas dan memberikan nilai tambah lebih besar.

“Harapannya ada pendampingan dari pemerintah, terutama terkait pemasaran dan pengelolaan usaha,” katanya.

Usaha budidaya melon ini sendiri berawal dari inisiatif dua petani lokal yang lebih dulu sukses mengembangkan komoditas tersebut. Melihat peluang yang ada, Bumdes kemudian mengajak keduanya untuk terlibat sebagai tenaga ahli dalam pengembangan usaha.

Ke depan, pemerintah desa juga berencana menambah penyertaan modal guna memperluas lahan tanam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan desa.

Selain itu, dukungan sarana prasarana seperti alat pertanian juga dinilai penting untuk menunjang keberlanjutan usaha Bumdes Pertala agar semakin berkembang. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved