Berita Kotabaru  

Susu UHT Langka di Kotabaru, Pedagang Buka Suara

Ini kata pelaku usaha mengenai langkanya susu UHT di Kabupaten Kotabaru padahal diperlukan pelaku UMKM

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Irfani Rahman
Istimewa
SIDAK- Diskoperindag Kotabaru dan DPRD Kotabaru sidak di Wijaya Mart terkait langkanya susu UHT. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kelangkaan susu Ultra High Temperature (UHT) kemasan 1 liter terjadi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Setidaknya ada dua merk yang langka dan dominan digunakan para pelaku UMKM untuk bahan produksi, yakni Diamon dan Ultra Milk.

Dituturkan Manajer Wijaya Mart, Ahmad Fauzi, kondisi minimnya pasokan ini telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. 

Pihaknya biasa meminta ke distributor sekitar 100 karton per bulan, namun belakangan ini hanya dikirimkan 6 hingga 10 karton per pekan untuk dua merk tersebut. 

"Kami kurang mengerti pasti juga permasalahannya, setiap permintaan masih jauh dari kata terpenuhi," beber Fauzi, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS- Majelis Hakim Vonis Terdakwa Pembunuh Bidan di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup

Baca juga: BREAKING NEWS- Kecelakaan di Desa Pakettelo Tanahbumbu, Wartawan Asal Banjarmasin dan Suami Terluka

Lebih jauh Fauzi mengungkapkan, dampak dari minimnya stok ini juga berpengaruh pada permintaan pelanggan.

Rata-rata pelaku usaha cafe yang menggunakan susu UHT untuk sajian juga mengalami permasalahan. Seiring pasokan yang terbatas, kenaikan harga sekitar 4 persen, dan permainan lain, hargahya pun turut terkerek naik, dari kisaran Rp19.000 menjadi Rp25.000 hingga Rp26.000.

Sementara itu, anggota DPRD Kotabaru, H Abdul Kadir mengaku telah menggelar sidak ke sejumlah toko besar dan agen terkait Kelangkaan susu UHT ini.

"Temuan di lapangan, benar adanya kelangkaan stok, terutama dua merk tadi. Inilah yang dikeluhkan pelaku UMKM ke legislatif," sebut H Kadir.

Berupaya hadirkan solusi, ia pun menyarankan pihak penanggungjawab agen atau penyedia untuk lebih memastikan keterpenuhan permintaan ke distributor. 

Selain itu, H Kadir juga meminta Diskoperindag Kotabaru untuk mendata UMKM maupun pelakunusaha cafe yang kerap menggunakan produk tersebut, sehingga saat pembelian di tengah kelangkaan ini bisa terdistribusi merata.

"Kita menginginkan semua dapat meskipun berbagi, agar UMKM tetap dapat bertahan dan bisa naik kelas," pesannya.

Sementara itu, Kabid Kabid stabilitasi dan sarana distribusi perdagangan, Ary Mardani mengatakan akan bersurat ke seluruh toko maupun distributor yang menjual susu UHT dimaksud untuk bisa segera memenuhi pasokan.

" itu mungkin yang bisa kami lakukan agar pasokan bisa kembali terpenuhi," ujar Ary.

Ia juga mengatakan, terkait pendataan UMKM hingg pelaku usaha cafe sudah ada sebagian, namun masih belum optimal dan lengkap sebagai acuan data dalam pengaturan penjualan.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved