Berita Banjarbaru

Marak Vandalisme dan Pencurian Halte Transum, Dishub Kalsel Buka Suara

Terlihat vandalisme di dinding Halte UIN Antasari di Jalan A Yani Km 3,5, Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
PENUH CORETAN- Coretan vandalisme memenuhi dinding Halte UIN Antasari di Jalan A Yani Km 3,5, Banjarmasin, Rabu (15/4/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Coretan cat semprot berwarna hitam dan merah menutupi hampir seluruh dinding Halte UIN Antasari di Jalan A Yani Km 3,5, Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

Tulisan-tulisan tak jelas itu tampak mencolok di atas permukaan halte berwarna hijau, sementara bangku besi di bagian bawah terlihat kusam dan mulai berkarat.

Di sekitar halte, lantai beton tampak kotor dengan sisa tanah dan daun kering. Saluran air tepat di belakang halte terlihat terbuka, menambah kesan fasilitas yang kurang terawat.

Fenomena serupa tidak hanya terjadi di satu titik. Sejumlah halte di wilayah Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari vandalisme hingga hilangnya bagian bangunan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalsel, Fitri Hernadi mengakui kerusakan halte tidak hanya disebabkan ulah oknum, tetapi juga dipengaruhi desain bangunan yang tidak permanen.

“Karena lahannya bukan milik tetap, halte dibuat modular. Ini yang membuatnya lebih mudah dibongkar atau dirusak,” ujarnya.

Baca juga: Soal Pembayaran Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Asli, Dirlantas Polda Kalsel Buka Suara

Baca juga: Kerap Bebani Siswa dan Orang Tua, Ombudsman Kalsel Sarankan Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab, terutama pada malam hari saat tidak ada pengawasan.

Dishub Kalsel saat ini tengah melakukan pendataan untuk menentukan prioritas perbaikan. Salah satu titik dengan kerusakan cukup parah berada di kawasan sekitar UIN Antasari.

“Yang di dekat UIN itu cukup parah, ada bagian yang hilang. Mudah-mudahan dalam dua minggu bisa kami perbaiki,” katanya.

Namun, upaya penindakan terhadap pelaku vandalisme diakui masih menemui kendala.

“Biasanya mereka beraksi saat malam hari, di luar jam operasional. Jadi cukup sulit untuk ditindak,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Dishub Kalsel mulai mengkaji perubahan desain halte agar lebih tahan terhadap vandalisme, termasuk penggunaan material yang tidak mudah dicuri.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga melalui skema CSR maupun pemanfaatan ruang iklan untuk pembangunan dan pemeliharaan halte.

“Harapannya, dengan ada pihak yang ikut menjaga, fasilitasnya bisa lebih terawat,” tambahnya.

Fitri menegaskan, keberadaan halte sangat penting bagi masyarakat sebagai fasilitas pendukung transportasi umum. Kerusakan yang terjadi tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga pengguna.

“Ini fasilitas umum. Kalau rusak, masyarakat juga yang terdampak,” tegasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved