Berita Batola

Sosok Pria Tewas Tergantung di Batola Ternyata Seorang Chef, Bekerja di Satu SPPG di Handil Bakti

Korban gantung diri di Blok F Komplek Antasari Village 2, Kabupaten Barito Kuala, diketahui berinsial H (36). Ia merupakan seorang koki di SPPG

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Saiful Rahman | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasin Post/Saiful Rahman
EVAKUASI-jasad pria yang ditemukan gantung diri di Blok F Komplek Antasari Village 2, Kabupaten Barito Kuala, akhirnya dievakuasi menuju RSUD Ulin Banjarmasin. Selasa (21/4/2026) dinihari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA-Korban gantung diri di Blok F Komplek Antasari Village 2, Kabupaten Barito Kuala, diketahui berinsial H (36). Ia merupakan seorang koki di SPPG Handil Bakti.  

Sesaat setelah proses evakuasi, sejumlah rekan kerja korban datang ke lokasi untuk memastikan kondisi H. Namun mereka mendapati jasad telah dibawa menuju RSUD Ulin Banjarmasin.  

“Terakhir kami lihat dia datang kerja malam Jumat, tapi memang Sabtu-Minggu libur kami. Tapi pas malam Senin dia tidak masuk, di WA juga tidak aktif,” kata Hikmah, rekan korban, di lokasi Selasa dini hari (21/4/2026) pukul 00.50 Wita.  

Karena tidak mendapatkan kabar dari H, rekan-rekannya yakni Ijul, Mimi, Hikmah, dan Fika memutuskan mendatangi rumah sewa korban. Mereka terkejut mendengar kabar H telah tewas gantung diri.  

Baca juga: Tim Inafis Evakuasi Jasad Pria Tergantung di Batola, Tercatat Warga Ujung Murung Banjarmasin

Baca juga: Jasad Pria Tergantung di Batola Dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin, Sang Istri Mendampingi

“Karena tak ada kabar itu kami ke sini memastikan. Sekalinya sudah begini kabarnya,” ujar Hikmah dengan nada prihatin, sementara rekan lainnya tampak tertunduk kehilangan.  

Menurut keterangan rekan kerja, H dikenal sebagai pribadi santai dan sederhana. Ia tidak pernah menunjukkan gelagat aneh sebelum kabar duka ini tersebar. 

“Orangnya tuh biasa aja, santai aja tidak ada yang mencurigakan. Dia perantau dari Jawa, keluarganya tidak ada. Itu istrinya orang Banjar. Memang sebatangkara, kasihan dia,” terang Hikmah.  

H disebut menyewa rumah di kawasan tersebut agar akses menuju tempat kerjanya lebih dekat. 

“Karena kerja di Handil Bakti jadi dia menyewalah di sini rumah nggih,” kata Mimi. “Nggih baru aja dia tinggal biar dekat gawian,” tambah Ijul, sementara Fika memperlihatkan gestur kehilangan, tak menyangka rekannya nekat mengakhiri hidup. 

(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved