Berita Banjarmasin

Program MBG Belum Sentuh Wilayah 3T di Kalsel, SPPG Masih Tahap Pembangunan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Selatan belum menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
MBG- Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus saat meninjau kegiatan Makan Bergizi Gratis di Sekolah Rakyat 20 Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Rabu (3/12/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Selatan belum menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Koordinator Wilayah MBG Kalsel, Siti Fatimah mengungkapkan, hingga saat ini belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T yang memiliki surat keputusan (SK).

“Untuk SPPG di wilayah 3T saat ini belum ada yang ber-SK. Masih dalam proses pembangunan,” ujarnya, usai aksi unjuk rasa mahasiswa di DPRD Kalsel, Rabu (22/4/2026).

Padahal, program MBG ditujukan untuk memperluas akses gizi, termasuk ke daerah dengan keterbatasan layanan.

Baca juga: Puluhan Siswa SMKN 1 Amuntai HSU Keracunan MBG, Loka POM Tabalong Ungkap Dugaan Penyebabnya

Ia menjelaskan, rencana pembangunan SPPG mencakup hampir seluruh kabupaten di Kalsel, kecuali Kota Banjarmasin dan Banjarbaru yang tidak memiliki kategori wilayah 3T.

“Untuk 11 kabupaten yang ada di Kalsel, insya Allah akan ada SPPG di wilayah 3T. Kami berharap segera terealisasi,” katanya.

Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah SPPG di Kalsel yang telah memiliki SK atau kepala SPPG tercatat mencapai 279 unit.

“Jumlah tersebut sudah lebih dari 50 persen dari target,” ungkapnya.

Meski demikian, belum meratanya distribusi SPPG menjadi catatan, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T yang hingga kini belum menerima manfaat program.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG juga masih diwarnai evaluasi. Sejumlah SPPG diketahui sempat disuspensi karena tidak memenuhi standar, seperti sarana prasarana yang belum sesuai.

Baca juga: Update 53 Siswa SMKN 1 Amuntai HSU Dilarikan ke RS, Zaenab Mengaku Sakit Usai Santap Menu MBG

“Jika tidak memenuhi syarat, maka akan diberikan penghentian sementara sampai dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat dapat turut mengawasi jalannya program dengan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian di lapangan melalui kanal aduan resmi MBG Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved