Berita Banjarbaru

AHY Dorong Percepatan Kereta Api Kalimantan, Kalsel Siap Jadi Pionir

Saat ini Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api di luar Jawa, salah satunya di Kalimantan.,Kalsel siap jadi pioner

Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
JARINGAN REL KERETA API (ilustrasi)– Kereta Api Indonesia yang melintas di jalur Pulau Jawa. Kalsel siap jadi pioner jaringan kereta api di Kalimantan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api di luar Jawa, salah satunya di Kalimantan.

Di tengah wacana tersebut, Kalimantan Selatan menyatakan diri paling siap, dengan dokumen perencanaan trase yang telah disusun sejak lebih dari satu dekade.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebelumnya menegaskan pembangunan kereta api di Kalimantan menjadi prioritas nasional atas arahan langsung Prabowo Subianto.

AHY menyebut Kalimantan sebagai wilayah yang “dibangun dari nol” karena belum memiliki jaringan rel aktif, sehingga membuka peluang perencanaan yang lebih terintegrasi sejak awal, terutama untuk mendukung logistik dan komoditas.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi mengatakan, jalur kereta api di wilayahnya sudah dirancang menghubungkan Barito Kuala hingga Tabalong.

Baca juga: Terungkap 1,6 Kg Sabu Mau Diedarkan ke Banjarbaru dan Banjar, Pelaku Diringkus di Pelabuhan Trisakti

Baca juga: Formasi CPNS Kalsel Tunggu Verifikasi Kemenpan RB, PPPK Bisa Ikut Seleksi Tanpa Mundur

“Trase sudah kami siapkan sejak 15 tahun lalu. Jalurnya melewati Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga wilayah Banua Anam,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Selain jalur utama, Kalsel juga menyiapkan lintasan pesisir yang menghubungkan Tanah Laut dan Tanah Bumbu untuk mendukung distribusi logistik kawasan industri.

Rencana Kalsel ini dinilai sejalan dengan target pemerintah pusat. AHY menekankan pembangunan kereta api di luar Jawa bertujuan menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing antarwilayah.

Saat ini, kontribusi kereta api terhadap angkutan nasional masih rendah, yakni sekitar 4 persen untuk penumpang dan 1 persen untuk logistik. Padahal, moda ini dinilai lebih efisien dan rendah emisi.

Fitri menambahkan, saat ini sudah ada perusahaan yang menjajaki pembangunan kereta api kargo melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Prosesnya masih berlangsung di Kementerian Perhubungan.

Kendati demikian, dia mengakui proyek tersebut masih menghadapi tantangan pembiayaan sehingga belum bisa segera direalisasikan.

Dengan kesiapan dokumen dan posisi sebagai gerbang logistik Kalimantan, Fitri berharap berharap wilayah Kalsel dapat menjadi prioritas pembangunan tahap awal.

“Harapannya tidak hanya untuk angkutan barang, tapi juga penumpang, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Fitri.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved