Berita HST

Sampah HST Didominasi Rumah Tangga, DLH Libatkan Penyuluh KB dan PKK

DLH HST mulai membidik akar persoalan sampah daerah dengan melibatkan penyuluh KB dan pihak TP PKK

Tayang:
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Irfani Rahman
Istimewa DLH HST
SOSIALISASI- DLH HST gelar sosialisasi bertajuk Wujudkan Keluarga Peduli Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan di Gedung TP PKK HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai membidik akar persoalan sampah daerah dengan melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) hingga Tim Penggerak PKK untuk mengubah pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Langkah itu dilakukan melalui sosialisasi bertajuk Wujudkan Keluarga Peduli Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan di Gedung TP PKK HST, jumat, (08/05/2026).

Kegiatan diikuti penyuluh keluarga berencana (PKB/PLKB) se-HST, perwakilan Dinas Kesehatan, DPMD, dan TP PKK HST. 

DLH menghadirkan akademisi ULM sekaligus praktisi pengelolaan limbah medis dan B3, Fatimah Juhra, serta Kabid PSLB3PK DLH HST, Muhammad Fadillah, sebagai narasumber.

Baca juga: Kronologi Pelajar Tewas Terlindas Truk Fuso di Gubernur Soebardjo Banjarmasin, Sempat Panggil Abah

Baca juga: Reklame Mak Erot Menjamur Lagi, Satpol PP Banjarmasin Godok Sanksi untuk Efek Jera Pelaku

Sekretaris DLH HST, Ahmad Syafaat mewakili Kepala DLH, Mursyidi mengatakan persoalan sampah tidak cukup diselesaikan lewat pengangkutan dan pembersihan, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku keluarga.

“Penyuluh KB adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan keluarga dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” ujarnya.

DLH HST menyebut sekitar 70 persen sampah di daerah berasal dari rumah tangga. Angka itu dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan sampah bukan semata masalah teknis pemerintah, tetapi juga kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Karena itu, para penyuluh didorong aktif mengedukasi warga agar mulai memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle).

DLH HST juga menekankan penguatan bank sampah di lingkungan Kampung KB agar sampah tidak lagi dipandang sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Melalui keterlibatan penyuluh KB dan PKK, DLH HST ingin membangun pendekatan baru penanganan sampah berbasis keluarga, dengan target mengurangi timbulan sampah langsung dari sumber utamanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved