HST Menyala

HST Siapkan Kelas Bahasa Inggris Berstandar Internasional, Sasar Peserta IPDN hingga Calon ASN

Pemkab HST tengah menyiapkan lembaga kursus bahasa Inggris berstandar internasional yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing generasi muda

Tayang:
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
KELAS BAHASA INGGRIS- Kadisdik HST, Muhammad Anhar saat memberikan pernyataan terkait Kelas Bahasa Inggris Berstandar Internasional, Sasar Peserta IPDN hingga Calon ASN, Senin (11/5/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tengah menyiapkan lembaga kursus bahasa Inggris berstandar internasional yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing generasi muda menghadapi seleksi pendidikan kedinasan hingga kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut kini memasuki tahap finalisasi sarana, kurikulum, dan perekrutan tenaga pengajar sebelum pembukaan kelas perdana yang ditargetkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, mengatakan lembaga itu dibentuk untuk menjawab meningkatnya kebutuhan kemampuan bahasa Inggris, terutama bagi pelajar yang ingin mengikuti seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun tes aparatur sipil negara (ASN).

“Standar kemampuan bahasa asing sekarang menjadi kebutuhan penting. Karena itu pemerintah daerah mencoba hadir langsung menyediakan fasilitas pembelajaran yang lebih terukur,” ujarnya, Senin, (11/05/2026).

Berbeda dari kursus konvensional, lembaga yang disiapkan Pemkab HST akan menggunakan kurikulum berbasis Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) yang umum dipakai dalam standar pembelajaran internasional.

Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Pemkab HST juga menggandeng mitra profesional Britain English Education melalui kerja sama yang telah diteken pada Mei 2026.

Saat ini proses pembenahan gedung masih berlangsung, mulai dari penyekatan ruang kelas, penataan halaman hingga pengadaan fasilitas penunjang pembelajaran interaktif.

Anhar menyebut seluruh izin operasional lembaga telah selesai diproses, sehingga pemerintah kini fokus pada kesiapan teknis sebelum kegiatan belajar dimulai.

Meski sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat kenaikan biaya pengadaan peralatan dan dampak distribusi logistik, pemerintah memastikan proyek tetap berjalan dan segera masuk tahap tender.

“Yang terpenting kualitasnya siap saat dibuka. Kami tidak ingin tergesa-gesa tetapi fasilitas dan sistemnya belum matang,” katanya.

Saat ini status lembaga masih berbentuk Lembaga Pelatihan dan Kursus (LKP) sesuai arahan pemerintah provinsi. Namun ke depan, lembaga tersebut diproyeksikan berkembang menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah.

Langkah ini sekaligus menandai upaya Pemkab HST memperluas akses peningkatan kompetensi masyarakat lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved