Berita Banjarmasin
Progres Jembatan Cusa Banjarmasin, Dinas PUPR Rombak Total Oprit Pakai Metode Pile Slab
Warga Banjarmasin khususnya kawasan Sungai Andai dan Cemara menantikan realisasi jembatan gantung Cusa yang dibuka untuk umum
Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Warga Banjarmasin khususnya kawasan Sungai Andai dan Cemara menantikan realisasi jembatan gantung Cusa yang dibuka untuk umum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya menjelaskan, koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis terpenuhi, tidak hanya sekadar berdiri, tetapi benar-benar fungsional dan aman bagi para pengguna jalan.
"Saat ini kami sedang menunggu penyelesaian proses review oprit. Koordinasi antar-instansi terus berjalan agar jembatan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya diketahui, proyek pembangunan Jembatan Cusa menghadapi kendala teknis serius yang dikategorikan sebagai kondisi force majeure.
Baca juga: Video Dugaan Kemunculan Buaya di Sungai Pangeran Banjarmasin, Warga Nilai Hanya Biawak
Penurunan struktur pada bagian oprit atau jalan pendekat jembatan memaksa Pemerintah Kota (Pemko) untuk melakukan desain ulang demi keamanan jangka panjang.
Berdasarkan hasil audit inspektorat dan kajian tim ahli geoteknik serta hidrologi, ditemukan adanya fenomena gerusan akibat arus bawah sungai yang kuat di lokasi tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina menerangkan metode timbunan tanah yang sebelumnya digunakan tidak lagi memadai untuk menahan beban di titik belokan sungai tersebut.
Sebagai solusinya, pihaknya akan beralih menggunakan metode Pile Slab atau struktur pelat injak yang disangga oleh tiang-tiang pancang hingga mencapai tanah keras.
"Kondisinya ada gerusan dan pengaruh arus di bawah, sehingga terjadi penurunan. Setelah audit, kami meminta konsultan perencana mendesain ulang menggunakan pile slab. Tidak bisa lagi hanya dengan metode timbunan," paparnya.
Perubahan metode pengerjaan ini dipastikan memakan waktu lebih lama. Selain proses pemesanan tiang pancang ke pabrik yang memakan waktu, pelaksanaan di lapangan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Baca juga: Kabur Usai Gagal Setubuhi Anak Tiri, Buruh Diringkus Sat Reskrim Polresta Banjarmasin
Dinas PUPR tengah memperhitungkan kecukupan sisa waktu di tahun anggaran 2026. Jika pengerjaan fisik dikebut melalui APBD Perubahan pada September-Desember, menurut Kartika kemungkinan besar masuknya musim penghujan yang dapat menghambat pemancangan.
"Kalau memang tidak cukup waktunya di anggaran perubahan karena ada pekerjaan pile slab, maka kemungkinan akan dilanjutkan di tahun 2027," imbuhnya.
Saat ini, beberapa perbaikan minor pada bagian atas jembatan, seperti pengecatan baja untuk menghilangkan karat dan perbaikan ikatan angin, telah dilakukan untuk upaya pemeliharaan. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
| Video Dugaan Kemunculan Buaya di Sungai Pangeran Banjarmasin, Warga Nilai Hanya Biawak |
|
|---|
| Lepas dari Dakwaan Pembunuhan Berencana Pembunuh Mahasiswi ULM Jalani Sidang Pembacaan Putusan Besok |
|
|---|
| Gelar Penilaian Satkamling, Polda Kalsel Harapkan Penguatan Keamanan Lingkungan di Tingkat RT |
|
|---|
| Kabur Usai Gagal Setubuhi Anak Tiri, Buruh Diringkus Sat Reskrim Polresta Banjarmasin |
|
|---|
| Belum Ada Lampu Penerangan dan Penjaga Malam, Baut Jembatan CUSA Banjarmasin Rawan Dicuri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kondisi-Jembatan-CUSA-BANJARMASIN-0.jpg)