Berita Tapin
Hotspot Mulai Muncul di Tapin, BPBD Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla
Pemkab Tapin menggelar apel siaga gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan bakal menggelar apel siaga gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (18/5/2026) mendatang.
Apel siaga dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 Wita di halaman Kantor Bupati Tapin dan dilanjutkan rapat koordinasi (rakor) di Aula Tamasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Syahradi mengatakan, apel gabungan tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau dan karhutla di wilayah Kabupaten Tapin.
“Berdasarkan rilis terbaru BMKG, diperkirakan musim kemarau dimulai Mei ini dan berlangsung sekitar enam bulan ke depan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus nanti,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Dua Truk Angkut Koper Jemaah Haji Tapin ke Embarkasi Banjarmasin, Pelepasan Digelar Besok
Menurut Syahradi, apel siaga dilakukan untuk mengecek kesiapan personel maupun peralatan penanggulangan karhutla yang dimiliki pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Apel ini sekaligus pengecekan peralatan dan kesiapsiagaan seluruh pihak,” katanya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan rakor menghadirkan narasumber dari BMKG dan BPBD Kalsel guna membahas potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Tapin.
Dia menyebut, wilayah yang selama ini rawan karhutla antara lain berada di Kecamatan Tapin Tengah seperti Desa Pandahan, Desa Papagan Makmur, Desa Hiyung.
Sungai Rutas Hulu dan Sungai Rutas Hilir kemudian beberapa titik sebagian di Kecamatan Tapin Selatan.
Selain itu, titik panas atau hotspot juga terpantau di sejumlah kawasan pertambangan.
Kondisi panas ekstrem disebut membuat material tertentu mudah terbakar dan memicu asap.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar segera menindaklanjuti titik panas yang ada dan melakukan upaya pemadaman,” jelasnya.
Syahradi mengatakan, perusahaan-perusahaan dari sektor perkebunan maupun pertambangan turut diundang dalam apel siaga dan rakor tersebut.
BPBD Tapin juga menggandeng masyarakat melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).
Baca juga: Jalan Penghubung Kecamatan Lokpaikat dan Piani Tapin Kembali Tergenang Banjir
Saat ini tercatat sudah ada delapan desa dan kelurahan yang membentuk Destana.
Di antaranya Destana Hiyung, Destana Miawa, Destana Buas-buas, Destana Margasari Hulu, Destana Kelurahan Raya Belanti, Destana Kelurahan Binuang, Destana Mekarsari, serta Destana Bagak.
“Wilayah-wilayah itu memang termasuk daerah yang cukup rawan sehingga perlu kesiapsiagaan bersama,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)
| Jalan Penghubung Kecamatan Lokpaikat dan Piani Tapin Kembali Tergenang Banjir |
|
|---|
| Gerakan Desa Lawan Pengangguran, Inovasi DELIMA & ANGGUR Tekan TPT di Tapin |
|
|---|
| Panen Padi Lokal di Desa Kakaran Tapin, Petani Harap Bibit dan Obat Gratis dari Pemerintah |
|
|---|
| Lulus Sekolah, Indri Pilih Bantu Orangtua Jualan Lamang Khas Banua di Rantau Tapin |
|
|---|
| Ikan Sapu-Sapu Ditemukan di Perairan Tapin, Dinas Perikanan Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rapat-Persiapan-Apel-Siaga-Karhutla-di-Tapin.jpg)