DPRD Kalsel
Reses di Kampung Halaman, Waket DPRD Kalsel Banyak Terima Banyak Aspirasi Warga
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga ialah kondisi ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam.
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Di tengah pelaksanaan reses Masa Sidang II Tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rakhman menerima beragam aspirasi masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga ialah kondisi ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat saat kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel VI meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu yang berlangsung pada 13-20 Mei 2026.
Dalam dialog bersama warga di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, masyarakat menyebut sekitar 2.000 titik lampu jalan di wilayah Tanah Bumbu dalam kondisi tidak menyala.
Menurut warga, kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat, terutama pada malam hari.
Menanggapi hal itu, Alpiya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Tanbu agar perbaikan PJU dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami akan memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar penerangan jalan umum yang padam bisa segera diperbaiki dan kembali menyala,” ujarnya.
Selain persoalan penerangan jalan, masyarakat juga menyampaikan berbagai usulan lain, mulai dari bantuan alat pertanian, perbaikan infrastruktur jalan, penanganan banjir, hingga dukungan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Dalam pertemuan di Kantor Desa Sarigadung, warga mengusulkan pembangunan sarana olahraga serta pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi untuk mendukung fasilitas pendidikan. Warga juga meminta perhatian terhadap anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Alpiya menyebut seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
Warga turut mengusulkan peremajaan mobil ambulans desa karena kendaraan yang digunakan saat ini dinilai sudah tidak layak dan sering mengalami kerusakan. Menurut Alpiya, usulan tersebut akan diteruskan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme pengajuan proposal.
Pada titik reses lainnya di Desa Sarigadung, kelompok ibu-ibu menyampaikan harapan adanya bantuan permodalan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil, serta dukungan terhadap kegiatan majelis muslimah.
Menanggapi aspirasi itu, Alpiya mengatakan pihaknya akan mendorong koordinasi dengan dinas terkait guna menghadirkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
“Kami akan berupaya mencarikan solusi untuk menunjang perekonomian masyarakat, khususnya kaum ibu,” ucapnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu melalui mekanisme bantuan proposal. (*)
| Belajar ke Manahan Surakarta, Komisi III DPRD Ingin Stadion Internasional Kalsel Jadi Multifungsi |
|
|---|
| Sosialisasi di Tapin, Waket DPRD Kalsel Soroti Fenomena Fatherless dalam Keluarga |
|
|---|
| Ratusan Lembar Rupiah Palsu Dimusnahkan, Ketua DPRD Kalsel Tekankan Peran Masyarakat |
|
|---|
| Revisi Perda Air Tanah Kalsel Masuk Tahap Final, Ketentuan Pidana Masih Dikaji |
|
|---|
| Pansus III DPRD Kalsel Tekankan Skala Prioritas, Proyek Besar Diminta Lebih Terukur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRD-Kalsel-Alpiya-Rakhman-saat-kegiatan-reses-di-Daerah-Pemilihan-Dapil-Kalsel.jpg)