Berita Banjarmasin

Kalsel Perlu Diversifikasi Supaya Pertumbuhan Ekonomi Lebih Meningkat

ketergantungan pada sektor pertambangan dan industri pengolahan yang masih dominan, namun tidak terlalu tinggi pertumbuhannya dibandingkan sektor lain

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Ratino Taufik
Istimewa
Dr Ir Syahrial Shaddiq M.Eng, MM, M.Si, Akademisi FEB ULM / Wakil Ketua ISEI Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Triwulan I-2026 mencapai 5,67 persen, menempatkannya di posisi kedua di Pulau Kalimantan, setelah Kalimantan Barat (6,14 persen) dan di atas Kalimantan Utara (5,23 persen), Kalimantan Tengah (3,79 persen), dan Kalimantan Timur (2,99 persen). 

Menurut pengamat ekonomi dari FEB ULM, Ustad Dr Ir Syahrial Shaddiq MEng MM MSi, penyebabnya pertumbuhan ekonomi Kalsel  tidak masuk capaian posisi tertinggi disebabkan beberapa faktor.

"Faktor ketergantungan pada sektor pertambangan dan industri pengolahan yang masih dominan, namun tidak terlalu tinggi pertumbuhannya dibandingkan sektor lain," ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Jadi, lanjut Syahrial yang juga Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Banjarbaru tersebut, diperlukan diversifikasi ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan.

Baca juga: Berawal Kurang Percaya Diri, Siti Sarah Akhirnya Dinobatkan sebagai Duta GenRe Tapin 2026

Meski demikian, menurut Wakil Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Kota Banjarmasin ini, Kalsel masih termasuk kategori pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, yaitu 5,67 persen, di atas rata-rata nasional.

Harus dilakukan adalah meningkatkan diversifikasi ekonomi, terutama pada sektor industri pengolahan dan jasa. Kemudian meningkatkan investasi di sektor infrastruktur dan sumber daya manusia.

"Juga meningkatkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tukasnya.

Sektor ekonomi yang bisa digali dan potensial di Kalsel, antara lain pertanian, terutama tanaman pangan dan hortikultura.

"Selain itu perikanan dan kelautan, pariwisata, terutama wisata alam dan budaya. Selanjutnya industri pengolahan, terutama industri makanan dan minuman, tandas Wakil Bendahara Umum HIPMI Syariah Kalsel ini.(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved