Berita HST

Pisau Tumpul Bisa Bikin Sapi Tersiksa, JULEHA HST Ingatkan Panitia Kurban Jelang Idul Adha

Karena itu, para juru sembelih tidak hanya dituntut memahami syariat, tetapi juga wajib menguasai teknik penanganan hewan sebelum disembelih.

Tayang:
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Ratino Taufik
Istimewa/JULEHA HST
SOSIALISASI - Anggota JULEHA HST saat menggelar sosialisasi penyembelihan hewan kurban di HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Menjelang Idul Adha 2026, panitia kurban di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diingatkan agar tidak mengabaikan kualitas alat sembelih saat proses pemotongan hewan kurban.

Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD JULEHA) HST menilai masih banyak masyarakat yang fokus pada jumlah hewan kurban, namun kurang memperhatikan teknik penyembelihan sesuai syariat dan prinsip kesejahteraan hewan.

Bendahara DPD JULEHA HST, Norzikri, mengatakan ketajaman pisau menjadi faktor paling penting dalam proses penyembelihan halal. 

“Pisau yang tajam sangat menentukan. Kalau alat sembelih tumpul, hewan akan lebih tersiksa dan proses sembelihan juga tidak maksimal,” ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (25/05/2026).

Menurutnya, dalam standar penyembelihan halal, proses pemotongan harus dilakukan cepat, tepat dan meminimalkan rasa sakit pada hewan kurban.

Karena itu, para juru sembelih tidak hanya dituntut memahami syariat, tetapi juga wajib menguasai teknik penanganan hewan sebelum disembelih.

“Mulai proses merobohkan sapi, mengatur posisi leher, sampai penyembelihan ada tata caranya. Tidak boleh asal,” katanya.

Baca juga: ULM Buka Jalur Mandiri, Tersedia 1.786 Kursi untuk Calon Mahasiswa Baru

Ia menjelaskan, para juru sembelih yang tergabung di JULEHA HST sebelumnya telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal.

Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh agama, guru pondok pesantren, pengurus masjid, pengusaha sapi hingga instansi terkait kesehatan dan peternakan.

Saat ini terdapat 56 anggota JULEHA yang aktif terdata di HST. Jumlah tersebut dinilai cukup membantu proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha nanti.

Meski demikian, Norzikri mengakui pihaknya tidak bisa mengawasi seluruh proses penyembelihan hewan kurban di setiap desa dan masjid di HST.

Karena itu, JULEHA lebih banyak melakukan edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat mengenai tata cara penyembelihan halal serta standar kebersihan daging kurban.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa penyembelihan halal bukan sekadar memotong hewan, tapi juga memastikan prosesnya sesuai syariat dan dilakukan secara ihsan,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved