Berita HSS

Ngamuk Bawa Sajam di HSS,  Pria ODGJ Asal HST Diamankan Satpol PP

Seorang pria yang diduga ODGJ diamankan oleh petugas Satpol PP dan Damkar HSS setelah mengamuk dengan senjata tajam

Tayang:
Penulis: Adiyat Ikhsan | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/HO-Satpol PP dan Damkar HSS 
ODGJ-Petugas Satpol PP dan Damkar HSS melakukan pengamanan terhadap ODGJ yang dilaporkan meresahkan warga Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Selasa (2/6/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Seorang pria yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) diamankan oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.

Pria yang merupakan warga Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, diamankan lantaran meresahkan warga di Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Selasa (2/6/2025) malam.

Dikonfirmasi Kasat Pol PP dan Damkar HSS, Iwan Friady melalui Kabid Trantibum Indera Darmawan membeberkan, bermula laporan warga Desa Pahampangan adanya ODGJ yang membawa senjata tajam (sajam).

“Dia dilaporkan mengamuk dan cukup membahayakan warga setempat,” katanya, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Rumahnya Hangus Terbakar, Nenek 81 Tahun dan Cucunya di Bakarung HSS Alami Luka Bakar

Petugas yang menerima laporan bergegas mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan laki-laki dewasa tersebut.

Terduga ODGJ ini ternyata bukan baru pertama kali dilaporkan.

“Beberapa waktu lain yang bersangkutan ini sudah sering dilaporkan masyarakat. Dia banyak berkeliaran di wilayah HSS sambil membawa Sajam,” terang Indera.

Tentu saja hal ini membuat masyarakat resah dan membahayakan.

Baca juga: Polres HSS Ciduk Puluhan Tersangka Narkoba, Ada Jual Sabu Paket Murah Rp50 Ribuan

Pasca diamankan, pria tadi segera diantar perihal Satpol PP ke alamat rumahnya di wilayah Kecamatan Haruyan, HST.

Sementara itu, jumlah penanganan ODGJ di HSS oleh Satpol PP secara umum sejak awal tahun sampai Juni 2026 ini, totalnya mencapai 34 kali dengan rincian, Januari ada 7, Februari 3, Maret 5, April meningkat sampai 10 kali, Mei 8, dan Juni (minggu awal) 1 kali.

“Kami masyarakat agar tetap peka terhadap lingkungan, terutama ada jiran atau warga sekitar yang kondisinya ODGJ, kita saling bantu dalam pengawasan dan penanganan, serta lainnya,” imbau Indera. (Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved