Ekonomi dan Bisnis
Update Harga Pangan di Tanahbumbu Awal Juni 2026, Cabai dan Bawang Naik
Komoditas beras lokal, aneka cabai, dan bawang merah di Kabupaten Tanahbumbu dilaporkan merangkak naik
Penulis: Muhammad Fikri | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Memasuki minggu pertama Juni 2026, pergerakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan mulai menunjukkan fluktuasi.
Berdasarkan pantauan terbaru, komoditas beras lokal, aneka cabai, dan bawang merah dilaporkan merangkak naik akibat terkendalanya pasokan dari daerah luar.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) Tanah Bumbu mencatat, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas bawang merah, dari Rp41.000 menjadi Rp48.333 per kilogram, atau naik sekitar 15,17 persen.
"Kenaikan bawang merah ini dipicu oleh kurangnya pasokan dari luar daerah. Salah satu penyebab utamanya karena adanya musibah kebakaran gudang bawang di Banjarmasin yang menghabiskan beberapa stok bawang merah," ujar Kepala Diskumdagri Tanah Bumbu, Haryanto Rais, melalui Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi, Hendro Satria Rahmatullah, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Harga MinyaKita di Banjarbaru Tembus Rp 22 Ribu, Untuk Dua Liter Rp 42 Ribu, Pedagang: Stok Sedikit
Selain bawang merah, kelompok cabai juga kompak mengalami kenaikan harga. Cabai merah keriting melonjak hingga 12,5 persen menjadi Rp66.667 per kilogram dari harga minggu lalu yang berada di angka Rp58.333.
Kenaikan ini juga diikuti oleh cabai merah besar yang kini menembus Rp76.667 per kilogram, serta cabai rawit yang ikut merangkak naik ke angka Rp83.333 per kilogram.
Kondisi serupa juga menimpa komoditas pangan utama, yakni beras lokal jenis Unus Mutiara, harga beras ini terpantau naik 4,88 persen menjadi Rp20.500 per liter dari harga sebelumnya yang sebesar Rp19.500.
Hendro menjelaskan bahwa kenaikan beras lokal dipicu oleh terbatasnya pasokan serta kelangkaan benih di daerah asal pemasok.
Meski beberapa komoditas strategis melonjak, sejumlah kebutuhan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga.
Kelimpahan pasokan di pasaran dan permintaan yang cenderung stabil membuat harga bawang putih, daging ayam, telur ayam, gula pasir, hingga minyak goreng kemasan bergerak turun.
Bawang putih jenis honan mengalami penurunan harga dari Rp35.500 menjadi Rp33.167 per kilogram.
Sementara itu, komoditas peternakan seperti daging ayam ras turun 5,38 persen menjadi Rp37.167 per kilogram, dan telur ayam ras kini bisa ditebus dengan harga Rp27.500 per kilogram setelah turun 2,70 persen.
Untuk komoditas minyak goreng kemasan dan gula pasir putih juga mengalami koreksi tipis masing-masing menjadi Rp22.500 per liter dan Rp18.708 per kilogram.
Di sisi lain, harga beberapa bahan pokok lainnya terpantau masih bertahan di harga tinggi, seperti daging sapi segar yang kokoh di angka Rp161.111 per kilogram dan ayam kampung sebesar Rp95.000 per ekor.
Hendro menegaskan bahwa data pergerakan harga ini diambil berdasarkan sampel valid dari Pasar Harian Simpang Empat dan Pasar Raya Bumi Pangeran.
Baca juga: Rupiah Melemah, Pemilik Pabrik Tahu di Sungai Jingah Banjarmasin Terpaksa Naikkan Harga Jual
| Di Kalsel Dexlite Turun Jadi Rp24 Ribu dan Pertamina Dex Jadi Rp25.900, Pertamax Turbo Naik |
|
|---|
| Nilai Tukar Peternak dan Nelayan Kalsel Melemah, Ini Faktor Penyebabnya |
|
|---|
| Ada 181 Desa Belum Terima Penyaluran Dana Desa, Begini Rincian Perhitungannya |
|
|---|
| Sejauh Mana Pengaruh Pelemahan Rupiah Terhadap Harga Emas, Begini Kata Pengamat |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Harga Emas, Begini Ulasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Harga-bawang-merah-dan-bawang-putih-kembali-normal.jpg)