Berita Kalsel

TERPOPULER KALSEL- Rekonstruksi Pembunuhan Ustadzah dan Nasib Pemilihan Rektor ULM

Terpopuler Kalsel merangkum tiga berita, diantaranya rekonstruksi pembunuhan ustadzah di Banjarbaru. Selain itu juga ada nasib pemilihan Rektor ULM.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah
REKONSTRUKSI- Dua Pelaku dihadirkan pada rekontruksi kasus pembunuhan Ustadzah Hasanah di Jalan Jeruk, Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/6/2026) siang 

Mereka berasal dari rumpun ilmu ekonomi, kedokteran, dan teknik kimia, serta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang beragam di lingkungan kampus maupun dunia profesional.

Ketiga nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor adalah Prof Ahmad, Dr Iwan Aflanie, Prof Muthia Elma.

Baca juga: Profil Bakal Calon Rektor ULM 2026-2030, Ada Prof Ahmad, Iwan Aflanie dan Muthia Elma

2. Rekonstruksi Pembunuhan Ustadzah di Banjarbaru

Kasus pembunuhan disertai pencurian yang korbannya seorang ustadzah di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan memasuki babak baru.

Petugas kepolisian melakukan rekonstruksi ulang di tempat kejadian perkara (TKP) di area perkebunan di Jalan Jeruk, Kelurahan Sungaiulin, Banjarbaru pada Senin (8/7/2026).

Pantauan BPost, rekonstruksi kali ini langsung menghadirkan kedua pelaku, yaitu Ahmad Sodikin dan Firman.

Sementara itu, korban, Ustadzah Hasanah pada saat rekonstruksi digantikan oleh orang lain dan boneka manekin.

Selain petugas kepolisian dari Polres Banjarbaru, rekonstruksi juga dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru. 

Termasuk, sejumlah keluarga korban dan warga setempat juga hadir berbondong-bondong untuk melihat secara langsung proses rekonstruksi.

Bahkan, mereka membawa kain kuning yang di dalamnya ada tulisan tuntutan agar pelaku dihukum mati.

Salah seorang keluarga korban, Hj Rahmawati, mengatakan, mereka hadir untuk menyaksikan secara langsung proses rekonstruksi dan meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Hukuman mati atau seberat-beratnya, seumur hidup paling tidak seperti itu," ujarnya. 

Perwakilan keluarga korban jut mengaku merasa sangat sedih dan terharu melihat proses rekonstruksi, serta tidak dapat membayangkan penderitaan korban yang sempat meminta pertolongan saat kejadian namun tidak ada yang membantu. 

Hj Rahmawati mengaku menghadiri proses rekonstruksi perkara bersama rombongan yang mayoritas merupakan pihak keluarga korban.

Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono, mengatakan pada rekonstruksi kali ini terdapat 53 adegan yang diperagakan oleh para pelaku.

Jumlah tersebut bertambah dari rekonstruksi awal yang sebelumnya hanya memperagakan 47 adegan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved